By Vara

Melihat anak-anak, hati saya sering terkoyak-koyak. Mereka begitu manis, lucu tapi juga keadaan merekalah yang paling menyayat hati. Mereka adalah kelompok yang paling tersiksa dari budaya patriarchaat. Mereka ada di mana-mana. coba

Dari anak-anak dengan mata celong karena kelaparan di banyak bagian di muka dunia ini, di Indonesia, Afrika, India, Amerika Latin, sampai anak-anak yang karena kegilaaan “religius” sementara orang, ditambah dengan dukungan penguasa-penguasa lalim dunia akan minyak bumi dan madat seperti di Afghanistan, menyebabkan mereka harus menghabiskan hidup bukan di rumah Bundanya melainkan di rumah-rumah khusus untuk “laki-laki” dimana mereka hanya diajarkan fanatisme gila dan diajari untuk menjadi tentara kecil, dan seringkali, harus disodomi oleh laki-laki tua penganut kelainan seks yang dikenal dengan paedofilia dan pederasty di tempat-tempat tersebut.

Dari anak-anak yang menjadi korban pelecehan dan kekerasan seksual yang dilakukan oleh orang yang dikenal sebagai “Bapak kandung” dan keluarga kandung, sampai kepada anak-anak (utamanya anak laki-laki) korban paedofilia dan pederasty dari para pendeta-pendeta Katolik sakit yang menganut penyimpangan seks yang dikenal sebagai paedofilia dan pederasty di gereja-gereja serta sekolah-sekolah katolik di seluruh dunia, serta anak-anak yang menjadi korban padofilia dan pederasty dari para patriarch (bapak-bapak penguasa) agama maunpun para patriarch daripada kelompok tukang perang lainnya di bagian-bagian dunia lainnya baik di masa sekarang maupun masa yang lampau, sampai kepada anak-anak perempuan yang dibunuh oleh orang tua mereka sendiri hanya karena mereka terlahir sebagai perempuan di India dan Cina yang merupakan masyarakat-masyarakat penyembah phallus (alat kelamin laki-laki) ekstrim yang masih tersisa di dunia.

Dari anak-anak kecil yang berkeliaran di tong-tong sampah di Jakarta dan tempat-tempat lainnya di dunia sampai pada anak-anak perempuan kecil yang dipenjara oleh pamannya, saudara laki-lakinya untuk pemuas nafsu para pedophile barat yang banyak berkeliaran di tempat-tempat miskin di Jawa, di Asia Tenggara dan daerah lainnya di dunia sampai anak-anak yang dipekerjakan dengan gaji murah dan diperlakukan seprti budak, sejak dari berabad-abad lamanya di Roma, di Eropa, di Inggris di masa “Revolusi Industri“, di India, di Afrika, di Amerika Latin, di Cina, di Indonesia dan seluruh dunia.

Semua menunjukkan bagaimana tatanan masyarakat patriarchat telah memiskinkan bagian terbesar penduduk dunia terutama anak-anak dan memisahkan anak-anak dari tempat paling aman di dunia: rumah Bundanya dan keluaraga besar Bundanya. Semua menunjukkan bahwa anak-anak adalah korban dari keserakahann laki-laki dewasa penjunjung tatanan patriarkat dunia, baik secara badaniah, emosional maupun rohaniah. Dan ini mendapat dukungan penuh dari para penjilatnya: baik itu laki-laki maupun perempuan.

Berikut beberapa artikel mengenai anak-anak korban tatanan masyarakat patriarkat:

Anak-anak Korban Pedofilia dan Pederasty-Bagian-1

Anak-anak Korban Pedofilia dan Pederasty-Bagian-2

Antara Pedofilia dan Kelompok Zionis

Islam, Afghanistan dan Pedofilia/Pederasty


6 Responses to “Anak-anak”


  1. 1 putirenobaiak
    November 5, 2008 pukul 2:29 am

    tulisan-tulisan vara menohok dan inspiring🙂
    boneh!

  2. April 22, 2009 pukul 9:55 pm

    kalo boleh bagi2 info… ma q dibelahan timur….
    tptx dkaltim…. MABESx….. kerajaan tertua (kutai) di Indonesia yang pudar karena usiax….
    boleh ya…

  3. 4 Vara
    April 22, 2009 pukul 11:07 pm

    berbagi informasi boleh dong…tapi saya tidak begitu jelas dengan beberapa kata yang ditulis…
    1. ma q
    2. tptx
    3. MABESx

    kalau diperjelas lebih bagus lagi…jadi saya bisa cari informasi lebih banyak lagi kalau kata kuncinya sudah tahu
    salam,

  4. 5 Zul Azmi Sibuea
    Mei 4, 2009 pukul 9:14 am

    1. ma q
    2. tptx
    3. MABESx
    saya sendiri gak gitu faham bahasa sandi pop sekarang ini, tapi dari konteksnya barang yang dimaksud bisa jadi :
    1. ma q = sama aku
    2. tptx = tempatnya
    3. MABESx = markas besarnya
    entahlah, barang kali yang kirim bisa menjelaskan lebi lanjut.

  5. 6 denny piliang
    Juni 6, 2010 pukul 2:55 am

    Uni Vara nih pemikirannya sangat dalam dan briliant, bundo kanduang sejati..
    Keras, tajam dan berani dalam berfikir namun lembut dan halus dalam bersikap dan bertutur kata..
    “Alu tataruang patah tigo, samuik tapijak indak mati”…luar biasa!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Desember 2016
S S R K J S M
« Agu    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Blog Stats

  • 153,675 hits

%d blogger menyukai ini: