19
Nov
08

Presiden-presiden Indonesia dan Jawa

Hiruk pikuk Obama telah lewat. Tetapi dunia masih tercengang dengan perubahan yang sebelumnya dianggap tidak mungkin yaitu presiden yang bukan “yang biasanya”. Negara Amerika Serikat yang terbentuk daripada hasil penjajahan Inggris di Amerika bagian Utara memberlakukan persyaratan “tidak resmi” bagi orang-orang yang ingin menjadi presiden yaitu harus berjenis kelamin laki-laki, orang kulit putih utamanya keturunan Inggris dan beragama kristen protestan. Karena itu tidaklah aneh ketika sampai sekarang Amerika Serikat belum mengenal presiden perempuan.

Keharusan untuk berasal dari kalangan kulit putih dalam sejarah pemilihan presiden di Amerika Serikat, untuk pertama kalinya “dipatahkan” oleh Barack Hussein Obama, yang sempat diisukan sebagai seorang muslim fundamentalis yang bersekolah di sebuah “madrasa” di Indonesia. Saya katakan “dipatahkan”, karena kalau menurut tatanan masyarakat Minangkabau maka Obama bukanlah orang “kulit hitam” atau orang Kenya walaupun kulitnya hitam dan ayahnya berasal dari Kenya. Bunda dari Obama adalah orang berkulit putih dan Obama dibesarkan oleh Bundanya, keluarga Bundanya serta hidup di budaya Bundanya. Hanya karena masyarakat Amerika menganut budaya patrilineal, walaupun kenyataan di atas menyatakan bahwa Bunda Obama adalah seorang kulit putih dan bahwa dia dibesarkan didalam budaya Bundanya, tetap saja dia diberi label “kulit hitam”, orang Kenya, dan lain sebagainya.

Demikian pula di Indonesia, selama ini ditiupkan kesan bahwa presiden Indonesia adalah harus laki-laki, orang Jawa, dan beragama Islam. Keharusan akan jenis kelamin laki-laki telah dipatahkan dengan naiknya Megawati Sukarno Putri ke kursi Presiden, sedangkan anggapan presiden tetap harus orang Jawa tanpaknya semakin dibesar-besarkan dan menyebabkan “takutnya” orang-orang bukan Jawa untuk mencalonkan dirinya menjadi presiden.

Bagi orang Minangkabau, ketakutan ini sama sekali tidak beralasan. Dengan tatanan masyarakatnya yang dirunut dari garis ibu (matrilineal), orang Minangkabau melihat seseorang dari siapa Bundanya dan keluarga dari pihak Bundanya. Untuk orang Minangkabau, tidaklah mengherankan ketika orang-orang Bali begitu merasa memiliki Sukarno, karena Bunda daripada Sukarno adalah orang Bali. Karena itulah menurut orang Minangkabau presiden pertama Indonesia adalah orang Bali.

Suharto, walaupun sempat didesas-desuskan sebagai anak yang dilahirkan daripada perempuan Jawa yang dihamili oleh majikan laki-lakinya dari etnis Cina, tetap saja berbundakan orang Jawa. Oleh karena itulah, walaupun mata Suharto terlihat jauh lebih sipit daripada mata orang Jawa pada umumnya, bagi orang Minangkabau Suhartolah presiden pertama di Indonesia yang berasal dari suku bangsa Jawa.

B.J. Habibie, yang dikirim sekolah ke Jerman oleh orang Minangkabau yang waktu itu menjabat sebagai mentri pendidikan yaitu Muhamad Yamin, adalah orang Jawa karena Bundanya adalah orang Jawa walaupun ayahnya berasal dari Sulawesi.

Abdurrahman Wahid alias Gus Dur mungkin adalah presiden “pertama” yang Bunda maupun Ayahnya kedua-duanya berasal dari suku bangsa Jawa, kalau bapak Suharto benar orang Cina😉

Megawati Sukarno Putri adalah presiden pertama yang berasal dari Sumatra. Bunda daripada Megawati, Fatmawati, adalah orang Bengkulu yang bisa jadi berdarah Minangkabau, karena alam Minangkabau tidak hanya terbatas pada daerah yang sekarang dikenal sebagai Sumatra Barat saja, melainkan mencakup sebagian besar daerah Sumatra Tengah,seperti Sumbar, Riau, Jambi dan Bengkulu, dan seantero Sumatra sampai ke daerah Aceh. Kalaupun Fatmawati tidak berdarah Minangkabau, setidak-tidaknya masih berasal dari suku bangsa yang bersaudara dengan suku bangsa Minangkabau.

Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY adalah presiden “kedua” Indonesia yang kedua orang tuanya berasal dari suku bangsa Jawa.

Kalau dilihat dari kedua orang tuanya maka presiden-presiden Indonesia adalah hasil perpaduan dari suku bangsa-suku bangsa di Indonesia mulai dari Sumatra, Jawa, Bali dan Sulawesi. Hanya dua orang yang benar-benar “asli Jawa”, yaitu SBY dan Gus Dur. Suharto bisa digolongkan ke kelompok ini, kalau isu tentang “Bapak Cina” itu tidak benar. Kalau dilihat dari tatanan masyarakat matrilineal seperti Minangkabau, maka hanya empat orang presiden Indonesia yang bisa digolongkan ke dalam suku bangsa Jawa, yaitu Suharto, B.J. Habibie, Gus Dur dan SBY.

Sekarang kita sebagai orang Indonesia hendaknya bertanya kepada diri kita sendiri: apakah anggapan bahwa presiden harus orang Jawa itu layak dipercayai ataukah itu hanya bagian dari manuver politik untuk mengesahkan kekuasaan kelompok suku bangsa Jawa saja?

Menurut saya dengan tulisan in sudah jelas jawabannya, presiden Indonesia tidak harus berasal dari suku bangsa Jawa dan memang dari sejarahnya tidaklah demikian.


3 Responses to “Presiden-presiden Indonesia dan Jawa”


  1. November 19, 2008 pukul 4:42 pm

    Artikel-artikel di blog ini bagus-bagus. Coba lebih dipopulerkan lagi di http://www.lintasberita.com akan lebih berguna buat pembaca di seluruh tanah air. Dan kami juga telah memiliki plugin untuk WordPress dengan installasi mudah.
    Kami berharap bisa meningkatkan kerjasama dengan memasangkan WIDGET Lintas Berita di website Anda sehingga akan lebih mudah mempopulerkan artikel Anda untuk seluruh pembaca di seluruh nusantara dan menambah incoming traffic di website Anda. Salam!

  2. 2 ADI
    November 28, 2008 pukul 12:06 pm

    Presiden yang baik seharusnya Presiden yang takut kepada Allah(bertqwa kepada Tuhan,adil,melindungi rakyat,jujur,tidak mementingkan kepentingan pribadi/golongan,mau bekerja keras demi kesejahteraan rakyatnya,tegas demi kebenaran,tidak mudah diombang-ambingkan dan banyak
    lagi hal-hal yang baik yang harus dimilikinya).
    Mau dia orang Jawa kek, orang mana kek, agamanya apa kek, partainya apa kek, iyu bukan ukuran.

  3. 3 putirenobaiak
    Desember 10, 2008 pukul 7:46 am

    yah kadang2 politik menjungkirbalikkan fakta utk kepentingan golongan tertentu.
    saat ini kdg bertanya ttg suku pada seseorangpun terasa tidak relevan krn byk yg sudah campur baur darahnya😀


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


November 2008
S S R K J S M
« Okt   Des »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Blog Stats

  • 153,677 hits

%d blogger menyukai ini: