Arsip untuk Kategori 'Islam'

23
Agu
11

PKS = Partai Kelamin Sejahtera

Partai Kontol Sejahtera
Partai Kontol Stress
Partai Kontol Seributiga
Partai Kontol Socmed
Partai Kontol Sepi
Partai Kontol Sedih
Partai Kontol Semilir
Partai Kontol Siluman
Partai Kontol Sangek
Partai Kontol Setan
Partai Kontol Silit
Partai Kontol Sakti
Partai Kontol Sembrono
Partai Kontol Sekali
Partai Kontol Sedunia
Partai Kontol Sedikit
Partai Kontol Selet
Partai Kontol Sholat
Partai Kontol Sekali
Partai Kontol Sundelan
Partai Kontol di-Sunat
Partai Kontol Sapi
Partai Kontol Sipilis
Parte Kontol Semua
Peler Kontol Semua
Pria Kontol Sedang
Posisi Kontol Salah (Mlengsong)
Puki Kontol Sipilis
Peler Kontol Semua
Partai Kenthu Sejahtera
Partai Kimpet Semua
Pornsite Kegemaran Sejatinya
Partai Kentot Sejahtera
Prosetan Kontolik Sesat
Pantat Kena Sodomi
Partai Kelamin Sejahtera
Partai Kelamin Sosial
Partai Kelamin Sakti
Partai Kelamin Sekali
Partai Kelamin Sarap
Partai Kelamin Signifikan
Partai Kelamin Sejati
Partai Kelamin Sekenn
Partai Kelamin Sange
Partai Kelamin Secend
Partai Kelamin dan Sekitarnya
Pariporno Kelamin Sejahtera
Parte Kelamin Sejahtera
Penjahat Kelamin Serikat
Partai Kelamin dan Surga
Partai Kelaminnya Samar-samar
Partai Keranjingan Syahwat
Partai Keinginan Syahwat
Pejuang Kesejahteraan Syahwat
Partai Kelamin dan Seks
Partai Kelamin Suka seks
Partai Kehidupan Sex
Partai Kerjaannyanya kok ngeSex
Partai Kelamin n Seks
Partai Kepentingan Seks
Partai Kehidupan Seks
Pemuja Kontol dan Seks
Pak Kontol Satu centi kali
Partai Kemaruk Seks
Partai Keblinger Seks
Partai Kentot Seks
Partai Kentot Sejahtera
Penjahat Kelamin Semua
Penjahat Kelamin Sejati
Penjahat Kelamin Selalu
Penjahat Kelamin Sekali
Partai Kutu Selangkangan
Partai Keranjingan Selangkangan
Partai Kesejahteraan selangkangan
Partai Kesenengannya Selangkapan
Partai Khusus Selangkangan
Partai Keadilan Selangkangan
Partai Kemaruk Selangkangan
Partai Korupsi dan Selangkangan
Partai Kesejahteraan Selangkangan
Pikirin Kenikmatan Selangkangan
Partai Kepentingan Selangkangan
Partai Keblinger Selangkangan
Piawai Kobok-kobok Selangkangan
Pikirin Kenikmatan Selangkangan tok
Pencinta Kekuasaan dan Syahwat
Pemuja Kelamin dan Syahwat
Partai Kumpulan Setan
Partai Kelompok Setan
Partai Kesurupan Setan
Partai Koplaxx Setan
Partai Kepala Setan
Partai Kayak Setan
Partai Keluarga Setan
Partai Kroninya Setan
Partai Kemasukan Setan
Partai Kerabat Setan
Partai Kebangkitan Setan
Partai Kaum Setan
Partai Kesatuan Setan
Partai Kesambet Setan
Partai Keadilan Setan
Partai Kyai Setan
Partai Kaya Segera
Partai Kiriman Setan
Partai Keluarga Setan
Partai Kristen Setan
Partai Kontol Setan
Partai kemesraan setan
Partai Kontule Setan
Partai Kemenangan Setan
Partai Kawan Setan
Partai Kesurupan Setan
Partai Kumpulan Setan
Partai Kemaksiatan Setan
Partai Kebangkitan Setan
Partai Koalisi Setan
Partai Kemunafikan Setan
Partai Kesejahteraan Setan
Partai Kemasukan Setan
Partai Kesatuan Setan (Benarkah PKS pro rakyat Indonesia?)
Preman Kerasukan Syetan
Partai Kesurupan Syetan
Partai Kader Syetan
Pengikut Kaum Syetan
Partai Kerabat Syaiton
Partai Kumpulan Syaithon
Partai Kerasukan Syaithon
Partai Kenthut Syaithon
Partai Koalisi Syaithon
Partai Kiriman Syaiton
Pesugihan Kaum Santri
Pesugihan Kaum Sarungan
Pesugihan Kaum Saudian
Partai Kawin Siri
Partai Kawin Selalu
Partai Kelompok SHomoseksual (maksa dikit)
Pelacur Kampung Semua
Perempuan Kerudung Sperma
Perilakunya Kadang Sembarangan
Pengumpul Kotak Setoran
Pikiran Khas Sontoloyo
Penodong Kekuasaan Semata
Pengkhianat Kami semua
Punya Kesan Sombong
Partai Keluarga Saud
Partai Kesukaan Soeharto
Partai Keluarga Suharto
Partai Kurma Saudi?
Prennya Keluarga Soeharto
Partai Komunis Sejati
Partai Komunis Sejahtera
Partai Komunis Sosialis
Partai Komunis Sekali
Partai Kapitalis Sekuler
Partai Khusus Santri
Partai Korupsi Sejahtera
Partai Koruptor Serakah
Partai Kotor Sekali
Partai Kafir Sekali (banyak kader PKS yang hafal Al qur’an tapi punya pimpinan kaya SETAN)
Partai Kemaksiatan sejahtera
Partai Kebathilan Sejati
Partai Kasihan Sekali
Partai Keblinger Sekali
Partai Kental Syariah
Partai Kurang Sensual
Partai Kenyang Sabda
Partai Kantong Sampah
Partai Kering Suap
Partai Kebanyakan Sujud
Partai Kurang Susu
Partai Kelebihan Sholat
Partai Kurang Sejahtera
Partai Kebal Su’udzon
Partai Kebanyakan Spanduk
Partai Keranjang Sampah
Partai Klaim Sekali
Partai Kasian Sekali
Partai makan Kenyang Sekali [sehari? seminggu? sebulan?]
Partai Kebingungan Sekali
Partai Kambingers & Jilbabers Sejahtera
Partai Kontroversial Sekali
Partai Kebanyakan Singkatan
Poligami yuk Ketimbang Selingkuh
Partai Keterlaluan Sekali (Elitenya suka jilat ludah sendiri)
Partai Keenakan Slalu (selalu nunut menang)
Partai Kejar jabatan dan Sejahtera
Partai Kasep Sekali
Partai Koleng Sementara (Koleng=Linglung; kenapa Sementara? Karena Kader PKS masih berharap banyak utk partai ini)
Partai Kesen sekali
Partai Kampungan sekali
Partai Konyol Sekali
Partai Kemunafikan Sejahtera
Partai Kemunafikan Sejati
Partai Kemunafikan Sekali
Partai Kegedean ambiSi
Partai munafiK Sejati
Partai munafiK Sekali
Partai Kaum Sampah
Partai gaK Sejahtera
Partai Kita Semuakah?
Partai soK Suci
Partai Kedekut Sangat
Partai Kentut Sontoloyo
Partai Kedalam Sempak
Pesona Kolor Salibis
Partai Kartunis Sejahtera
PKS! PKS! PSK! PSK!!
Partai Sex dan Kelamin
ARIFINTO=PKS=SELANGKANGAN
PKS=“Hizbusy Syaithan”, artinya Partai Syetan
PAJERO = Pasukan Jenggot Rosul
PKS=PSK=Penjaja Sex Komersial

***

Seluruh singkatan di atas mengacu kepada PKS atau Partai “Keadilan Sejahtera” yang bisa dengan mudah ditemukan di dunia maya. Postingan ini merupakan yang ke-20 yang ditampilkan di blog ini mengenai rencana pelaksanaan Kongres Kebudayaan Minangkabau 2010 atau yang dikenal sebagai KKM 2010 oleh para patriarch Minangkabau seperti Saafroeddin Bahar dan Mochtar Naim. KKM 2010 telah berganti nama menjadi Seminar Kebudayaan Minangkabau Gebu Minang (SKM GM) yang telah dilaksanakan beberapa bulan yang lalu.

Dari singkatan-singkatan yang dibuat oleh banyak orang Indonesia, sudah jelas terbaca apa yang ada di pikiran orang-orang ketika mendengar atau membaca singkatan PKS yaitu segala hal yang berhubungan degnan kelamin laki-laki, perilaku mengumbar syahwat dan bahkan sebutan Setan. Banyak anggota PKS, para simpatisan PKS termasuk para Hidayat Nur Wahidis termasuk ke dalam orang-orang dan kelompok-kelompok di dalam dan di luar masyarakat Minangkabau yang berkehendak dan berupaya untuk menghancurkan budaya Minangkabau yang menurut mereka tidak Islami, jahiliyah dan sebutan lainnya yang dimaksudkan untuk penistaan  seperti sebutan “Yahudi“Singkatan-singkatan di atas menggambarkan dengan jelas bagaimana posisi orang-orang maupun simpatisan PKS yang telah memberi sebutan kepada budaya Minangkabau dengan sebutan “jahiliyah” ini di mata masyarakat Indonesia.

Postingan di atas juga berkenaan dengan perbuatan-perbuatan biadab kaum Padri sekitar 200 tahun yang lalu, terhadap orang Minangkabau dan budaya Minangkabau, serta usaha-usaha penghancuran dan patriarkalisasi budaya Minangkabau yang berlangsung secara terus menerus, yang sudah dimulai jauh-jauh hari sebelum masa kaum Padri dan yang masih terus berlanjut sampai sekarang. Kini usaha-usaha itu menjadi semakin intensif dan memiliki beragam motif; mulai dari penghancuran dan penjinakan masyarakat Minangkabau oleh bapak-bapak penguasa Republik Indonesia atau para patriarch Republik Indonesia sampai kepada isu-isu seperti penerapan Syariat Islam, kekhalifahan Islamiyah, arabisasi, arab-saudisasi maupun peng-Islam-an orang Minangkabau lebih lanjut yang dianggap belum menjalankan “Islam yang benar”, “orang Minangkabau dan budaya Minangkabau yang Jahiliyah” dan lain-lain ungkapan penistaan terhadap budaya Minangkabau dan orang Minangkabau.

28
Jan
10

PKS — Partai Kasihan Sekali

Perilaku politik dari PKS (Partai Keadilan Sejahtera) yang berlawanan dengan klaim-klaimnya tentang memperjuangkan “kesejahteraan dan keadilan“, “bersih dan santun“, “anti-korupsi” dan lain sebagainya, telah menyulut banyak gugatan dari masyarakat Indonesia.  Ini terlihat dari banyaknya istilah yang bisa ditemukan di dunia maya yang diberikan untuk PKS dalam bentuk kepanjangan daripada singkatan nama partai tersebut. Berikut beberapa  alasan yang menjadi pemicunya:

  • Poligami kadek-kader dan petinggi partainya dan sikap PKS sendiri mengenai poligami
  • Syahwat kekuasaannya yang ditunjukkan dengan dukungan membabi-buta terhadap kepemimpinan SBY-Boediono
  • Pemberian penghargaan kepada Tutut, anak perempuan Suharto
  • Penyebutan Suharto sebagai pahlawan
  • Komentar dari anggota DPR dari PKS Fahri Hamzah di masa perseteruan “Cicak” melawan “Buaya” yang telah menyulut kegeraman banyak orang dan bahkan menghasilkan satu grup di jejaring sosial facebook seperti “Desak DPP PKS/F-PKS PAW-kan Fahri Hamzah, politikus oportunis pembela koruptor!!!” dan grup-grup senada lainnya
  • Sikap anggota DPS dari fraksi PKS mengenai pemberian blok Cepu kepada Exxon
  • Sikap dari petinggi PKS seperti Hilman Rosyad Syihab dan Tifatul Sembiring yang malahan mendukung kasus paedofilia dari Syech Puji
  • Gerakan mantan Presiden PKS Tifatul Sembiring yang mengusahakan PP mengenai penyadapan untuk melemahkan kinerja KPK
  • Gerakan men-”jenggotkan” kaum laki-laki muslim Indonesia dan men-”jilbabkan” kepala perempuan muslim Indonesia
  • Diterimanya mobil baru untuk mentri PKS seperti Tifatul Sembiring yang menyiratkan suap terselubung dari pemerintah kepada para mentri dan para pejabat negara lainnya dan ketidakpekaan terhadap keadaan masyarakat banyak

***

PARTAI KEMUNAFIKAN SEJAHTERA

Partai Kelamin Sekali

Pejuang Kesejahteraan Syahwat

Partai Kebanyakan Spanduk

Partai Kotor Sekali

Punya Kesan Sombong

Partai Klaim Sekali

Partai Kasian Sekali

Partai Makan Kenyang Sekali [sehari? seminggu? sebulan?]

Partai Kebingungan Sekali

PARTAI KAMBINGERS & JILBABERS SEJAHTERA

Partai Kontroversial Sekali

PARTAI KAFIR SEKALI (banyak kader PKS yang hafal Al qur’an tapi punya pimpinan kaya SETAN)

Partai Kebanyakan Singkatan

Poligami yuk Ketimbang Selingkuh

PARTAI KETERLALUAN SEKALI (Elitenya suka jilat ludah sendiri)

PARTAI KEENAKAN SLALU (selalu nunut menang)

Partai Komunis Sekali

Partai Kejar jabatan dan Sejahtera

Partai Kasep Sekali

Partai Komunis Sosialis

Partai Kesatuan Setan (Benarkah PKS pro rakyat Indonesia?)

Partai Koleng Sementara (Koleng=Linglung; kenapa Sementara? Karena Kader PKS masih berharap banyak utk partai ini)

Partai Keluarga Soeharto

Partai Kesen sekali

Partai Kampungan sekali

Partai Konyol Sekali

***

Dari istilah-istilah di atas bisa terlihat pandangan masyarakat luas mengenai PKS. Tampaknya PKS perlu merubah strategi politiknya jika masih ingin hidup dalam percaturan politik di Indonesia. Selayaknyalah PKS menghentikan perilaku-perilaku yang meresahkan masyarakat  seperti poligami dan perilaku-perilaku pro kekuasaan seperti mendesakkan PP mengenai penyadapan dan hal-hal lain yang tersiratz dalam kepanjangan istilah PKS di atas. Hal ini selayaknya juga diikuti dengan mulai melakukan apa yang selama ini menjadi jargon-jargon yang dikumandangkan oleh PKS sendiri yaitu “Kesejahteraan” dan “Keadilan“. Mulai menerima semua golongan dalam masyarakat Indonesia bisa menjadi pilihan lainnya.

Gerak-gerik PKS mengenai poligami, paedofilia, kebencian yang teramat sangat kepada tubuh perempuan dan kekuatan perempuan untuk menghasilkan  dan memperanakkan manusia baru  (baik laki-laki ataupun perempuan), akan tetapi bersikap mendua terhadap bahkan mendukung ataupun mengedepankan perilaku homoseksualitas di kalangan laki-laki, kekuasaan, keberpihakan kepada kaum penguasa dan lainnya,  mencerminkan nilai-nilai dari masyarakat patriarkat yang tetap bertahan hidup di tengah-tengah masyarakat Islam. Nilai-nilai patriarkat dalam Islam inilah yang selama ini dikenal sebagai “Islam Fundamentalis“. 

Islam, sebagaimana istilah-istilah lainnya yang melambangkan pandangan hidup masyarakat, tidaklah terlepas dari penterjemahan para penganutnya yang disebut sebagai orang Islam.

02
Jan
09

Antara Pedofili, Pederasty dan Kelompok Zionis

Berikut adalah dua tanggapan terhadap tulisan saya sebelumnya yang berjudul Anak-anak korban paedophile dan pederasty.

1. Tanggapan dari Ichal:

uni vara,,, apa betul keterangan beliau,, dan kenapa sampai ke surau pula ya?? sangat memprihatinkan.

Banyak orang menanggapi keterangan dari korban perkosaan dengan malah meragukan keterangannya atau malah menyalahkannya. Dengan demikian, mereka malah menjadi korban dua kali: korban kekerasan seksual dan korban ketidakpercayaan masyarakat atas keterangan si korban. Perkosaan adalah kekerasan yang boleh dikatakan mecabik-cabik jiwa dan raga. Membuat seseorang merasa tidak berarti karena kediriannya ditiadakan, karena seseorang memperlakukan dirinya sesuka hati dan sewenang-wenang dengan tubuhnya dan dengan demikian dengan kediriannya.

Rasa tidak berdaya, terhina, direndahkan, ternoda, rendah diri dan lain sebagainya diderita oleh banyak korban perkosaan. Ketidakpercayaan dan biasanya ditambah dengan sikap/pernyataan menyalahkan menunjukkan bahwa masyarakat tidak menyukai seseorang dalam kedudukannya sebagai korban, dan si korban perkosaan malah merasa semakin ditindas. Karena itu dalam banyak kasus perkosaan, si korban perkosaan lebih memilih diam. Akibatnya mereka menjadi sakit jiwa, mengalami depresi dan banyak lagi. Padahal salah satu cara untuk bisa menyembuhkan “sakit jiwa” adalah dengan berbicara dan menerangkan peristiwa yang terjadi. Si pendengar haruslah pula mampu mendengarkan tanpa “ikut mengadili”.

Di negara-negara Islam seperti Arab Saudi, korban perkosaan malah dijadikan sebagai penjahat dan dijatuhi hukuman cambuk dan denda. Tidak itu saja keluarganya juga dipermalukan. Perkosaan dalam budaya patriarkat adalah suatu yang biasa terjadi, diantaranya dalam keluarga yang dikenal sebagai incest, pada saat perang,  dan seperti dalam artikel mengenai X ini: bentuk-bentuk paedophile dan pederasty yang banyak terjadi di seluruh dunia.

Cerita tentang X adalah cerita yang dituturkan pribadi kepada Uni.  Uni hanya pendengar dan penutur. Uni menuturkan kembali kisah ini agar kita belajar melindungi anak-anak yang merupakan kelompok yang paling rentan terhadap perkosaan, dan tentu saja semua orang yang menjadi korban perkosaan, agar hal tersebut tidak terulang kembali. Mungkin ada beberapa rincian yang tidak diceritakan karena malu atau hal lainnya. Tapi secara garis besar itulah yang terjadi. Harus diingat pula bahwa si X ketika menjadi korban masih sangat remaja. Jadi kejadian itu layaklah berbekas kuat diingatannya dan menimbulkan luka yang menganga.

Mengapa sampai ke surau? Karena setiap kelompok selalu mencari pembenaran akan identitas kelompoknya. Kelompok-kelompok homoseksual laki-laki biasanya merujuk ke kelompok-kelompok homoseksual dalam sejarah sebagai “pembenaran” aktivitas mereka. Biasanya kelompok-kelompok yang dirujuk adalah kelompok-kelompok dari kalangan tukang perang, penguasa agama dan penguasa negara semisal raja-raja serta kelompok-kelompok cerdik pandai semisal filsuf. Kelompok-kelompok tukang perang yang biasanya dirujuk misalnya Samurai di Jepang, Warok di Jawa, dan Sparta di Yunani kuno.

Warok di Jawa biasanya menjadi acuan dari tokoh kelompok homoseksual Indonesia yaitu Gaya Indonesia (organisasi homoseksual Indonesia: gaya diambil dari kata Inggris gay yang berarti laki-laki homoseksual).  Kelompok tukang perang di Sparta dan Samurai banyak menjadi acuan para homoseksual Barat. Film 300 yang membahas mengenai kelompok tukang perang dibuat berdasarkan komik untuk kalangan homoseksual di AS dengan mengambil setting daripada kelompok tukang perang di Sparta yang memang terkenal sebagai kelompok homoseksual.

Budaya Minangkabau yang matriarkat seperti layaknya budaya-budaya matriarkat lainnya di dunia tidak mengenal budaya homoseksual karena hubungan kasih dan hubungan badan antara laki-laki dan perempuan tidak dianggap sebagai sesuatu yang hina melainkan sebagai sesuatu yang alami. Dan memang demikianlah halnya.  Bukti bahwa budaya Minangkabau tidak mengenal budaya homoseksualitas bisa dilihat dari tidak dikenalnya lembaga homoseksual sebagai satuan budayanya. Homoseksualitas masuk ke Minangkabau lewat budaya-budaya patriarkat (yang umumnya diwakili oleh “agama-agama besar dunia” yang merupakan agama langit seperti Islam/Katolik/Kristen Protestan/Hindu/Budha) yang datang menyerang budaya Minangkabau. Pengaruh budaya patriarkat Islamlah yang paling nyata pengaruhnya.

Budaya homoseksual pada umumnya dibawa oleh para penguasa agama, dalam agama Islam dikenal dengan sebutan syech atau imam serta oleh kelompok-kelompok tukang perang. Mengenai homoseksualitas di surau saya sudah tahu dari berbagai sumber. Kaum laki-laki homoseksual Minangkabau biasa mengambil surau sebagai “acuan pembenaran”  perilaku seksualnya. Surau dalam masa-masa awal dan setelah “perang paderi” dikuasai oleh kelompok penguasa agama dan kelompok tukang perang yang dikenal sebagai kelompok paderi yang dikenal sebagai kelompok homoseksual. Dan budaya itu berlanjut terus sampai “runtuhnya surau” di Minangkabau.

Anak-anak adalah korban kekerasan seksual utama dalam tatanan masyarakat patriarkat (walaupun korban perempuan dan laki-laki dewasa juga banyak). Selama ini kalau kita berbicara perkosaan lebih ditekankan kepada perkosaan daripada laki-laki dewasa terhadap perempuan dewasa, sedangkan perkosaaan terhadap anak-anak (paedohile dan pederasty) dan terhadap laki-laki oleh kaum homoseksual hampir tidak diberitakan.

Artikel ini adalah artikel pertama dari seri tulisan Uni mengenai paedohile dan pederasty. Dalam artikel-artikel berikutnya Uni akan membahas mengenai paedohile dan pederasty dalam kelompok-kelompok penguasa agama, kelompok tukang perang, kelompok cerdik pandai dan lainnya. Kekerasan seksual terhadap anak-anak adalah masalah besar dan sangat pelik. Hanya satu artikel tidak cukup untuk membahasnya.

2. Tanggapan dari Akhiruddin Panyalai:

Uni Vara, apa tidak ada ulasan mengenai Genosida oleh Zionis Israel yang tengah berlangsung di Tanah Gaza? Atau, menurut Anda topik tsb tidak menarik untuk dibahas?

Masalah paedophile dan pederasty tidak kalah pentingnya dengan “Genosida oleh Zionis Israel“. Blog Uni membahas masalah-masalah mengenai budaya matriarchat dan patriarchat serta Minangkabau, Islam, politik dan budaya. Tentu saja masalah “Genosida oleh Zionis Israel” ini menjadi penting karena berhubungan dengan asal muasal agama samawi (agama langit) yang salah satunya Islam, dan asal-muasal agama samawi dari daerah Timur Tengah (Yahudi, Katolik, Kristen Protestan, Islam dan Bahai), agama-agama samawi yang merupakan agama masyarakat patriarkat, politik dunia dan budaya-budaya dunia. Masalah ini juga menjadi penting karena Minangkabau dan Islamnya.

Masalah  ”Genosida oleh Zionis Israel” ini adalah masalah pelik dan tidak bisa diterangkan oleh satu tulisan saja atau oleh satu komentar “mengutuk” saja. Masalah ini juga tidak bisa dipandang hanya dari sudut “Islam vs. Yahudi” seperti yang sekarang berlangsung. Dari nada pertanyaan anda tampaknya anda berangkat dari semangat “Islam vs. Yahudi“. Negara Israel dan kejadian-kejadian politik yang terjadi sesudahnya adalah bukan hanya urusan “Islam vs. Yahudi” saja, akan tetapi urusan banyak negara, banyak kekuasaan dalam hal ini termasuk kekuasaan Barat seperti Inggris, fasisme Jerman, dan AS. Karena penting dan pelik tidak bisa selesai dengan satu artikel atau satu pembahasan atau hanya dari satu sudut pandang saja. Uni tahu banyak “orang Islam Indonesia” yang mendasari kajian mengenai hal ini dari tulisan-tulisan sampah di majalah doktrin “Sabili” atau selebaran-selebaran lainnya yang sama sekali tidak memecahkan masalah, malah hanya memperkeruh saja.

Khusus untuk masalah “negara Israel dan pembantaian masyarakat Palestina”  akan Uni bahas dari berbagai segi, mulai dari pandangan hidup Barat yang mendasari penggagasan pembentukan negara Israel, kelompok penggagas negara Israel, penyebab dan alasan, pemikiran Machiavelli, kekhalifahan Usmaniah, agama-agama samawi, budaya patriarkat, budaya matriarkat, dll, sehingga lebih lengkap. Siap-siap saja untuk membaca. Awalnya mungkin tidak ada hubungannya. Anda akan lihat hubungannya setelah beberapa tulisan. Selebihnya silahkan mengkaji sendiri. Jangan geram kalau Uni tidak membahasnya berdasarkan pandangan umum mengenai “Islam vs. Yahudi” yang menurut Uni terlalu digampangkan untuk mempermudah kajian dan membelokkan orang banyak dari permasalahan yang sesungguhnya. Uni berjanji akan menulis lebih sering lagi, minimal satu tulisan per minggu. Yang Uni lakukan selama ini seringkali hanya satu tulisan per bulan, karena kesibukan.

Tulisan-tulisan yang berhubungan dengan “Genosida oleh Zionis Israel” ini akan Uni selang-seling dengan tulisan-tulisan penting lainnya yang menjadi tema blog Uni, seperti mengenai paedophile/pederasty dan masalah kekerasan kelamin lainnya, presiden-presiden Indonesia dan capres pemilu 2009, perempuan-perempuan Minangkabau sebagai kelompok yang sengaja dipinggirkan oleh kelompok-kelompok yang mengaku sebagai “penafsir” budaya Minangkabau, negara-negara Islam di dunia, serta permasalahan-permasalahan di ranah Bundo Kanduang beserta usulan pemecahannya sebagai tanggapan atas postingan Uda Sukardiman terhadap tulisan Uni mengenai Kebanggaan orang Minang di ranah.

23
Okt
08

Poligami dan laki-laki gatal – Bagian 2

Lagu berikut ini menyentuh perasaan saya. Lagu tentang protes seorang perempuan yang suaminya mabok janda. Dan judulnya juga memang mabok janda, dinyanyikan oleh Resty. Berikut ini video beserta liriknya:

sudah mabuk minuman, ditambah mabuk judi
masih saja kakang tergoda janda kembang
tak sudi ku tak sudi

sudah banyak buktinya suami mabuk janda
lupa kasih sayang juga tak pulang-pulang
istri disengsarakan

lara hati aduh lara hati
ku bobok sendiri suami kawin lagi

sudah mabuk minuman, ditambah mabuk judi
masih saja kakang tergoda janda kembang
tak sudi ku tak sudi

goyang maaaaas……

kang ku tak rela, bila cintamu dibagi dua
kang ku tak sudi, bila kakang mau kawin lagi

judi dan minuman,masih kumaffkan
tapi mabuk janda, aku tak terima
lebih baik kita bercerai saja

sudah mabuk minuman ditambah mabuk judi
masih saja kakang tergoda janda kembang

tak sudi ku tak sudi

lara hati aduh lara hati
ku bobok sendiri suami kawin lagi

sudah mabuk minuman ditambah mabuk judi
masih saja kakang tergoda janda kembang

tak sudi ku tak sudi

kang ku tak rela, bila cintamu dibagi dua
kang ku tak sudi, bila kakang mau kawin lagi

judi dan minuman,masih kumaafkan
tapi mabuk janda, aku tak terima

masih saja kakang tergoda janda kembang
tak sudi ku tak sudi

Saya suka lagu dangdut entah itu dangdut yang kemelayu-melayuan ataupun rock-dangdut. Alasannya sederhana karena syairnya banyak yang bagus, sederhana tapi berisi kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia dan sering kali bernada protes. Seperti lagu di atas, yang menggambarkan keegoisan seorang suami yang sudah mabuk judi dan mabuk minuman, walaupun sudah ditenggang oleh istrinya, malah ditambah lagi dengan mabuk janda. Didalam lagu jelas digambarkan kepiluan dan kesengsaraan seorang perempuan karena sendirian dan harus tidur sendirian tanpa ditemani suami yang semestinya menemani malam-malamnya, karena suaminya berada di kamar perempuan lainnya yaitu istri baru. Lagu ini juga menyatakan protes daripada perempuan yang memilih bercerai, daripada harus menanggung malam-malam kesepian tanpa suami.

Mirip cerita Gymnastiar (alias “A’a Gym”) dan istri pertamanya. Bedanya kalau tokoh laki-laki dilagu ini mabuk janda dan mabuk minuman, Gymnastiar itu mabuk sorban arab dan mabuk motor Harley. Persamaannya yah sama-sama mabuk janda. Kalau mabuk judi dan minuman kita tidak tahu, kalau berdasarkan keterangan pribadinya sih mungkin tidak, tapi siapa tahu. Laki-laki gatal penipu seperti Gymnastiar tidak layak untuk dipercayai kata-katanya. Satu lagi perbedaannya adalah kalau tokoh perempuan dalam lagu ini, meminta cerai, istri Gymnastiar berusaha menegar-negarkan dirinya, entah karena termakan tipuan surga yang dijanjikan seorang laki-laki gatal penipu seperti Gymnastiar, atau karena desakan ekonomi sebagai perempuan tidak bekerja yang sudah memiliki anak tujuh dan sudah tidak menarik lagi untuk bisa mencari laki-laki lainnya.

Kisah yang dilantunkan di dalam lagu ini melambangkan kenyataan yang dihadapi banyak perempuan di Indonesia, yang harus berhadapan dengan laki-laki tidak tahu diuntung yang tahunya hanya mabuk. Entah itu mabuk judi, mabuk minuman atau mabuk perempuan lain. Bagi perempuan Minangkabau, apabila mereka diperlakukan buruk oleh suami mereka, mereka mendapat dukungan penuh dari keluarganya untuk bercerai. Setelah bercerai, mereka akan diberikan dukungan untuk segera kawin lagi, agar tidak harus hidup dan bobok sendirian. Kalau tidak bisa mencari sendiri, maka akan dicarikan suami baru oleh pihak keluarga. Mereka tidak perlu takut tidak memiliki tempat tinggal, karena rumah keluarga akan selalu terbuka untuk mereka, dan karena semua perempuan Minangkabau mandiri dan memiliki mata pencaharian sendiri yang membuat mereka tidak tergantung kepada pihak laki-laki.

Perempuan Jawa dan Sunda serta perempuan-perempuan lainnya harus menemui nasib malang ketika suami mereka berlaku seenaknya. Mereka harus menelan mentah-mentah penderitaan karena harus bobok sendirian, harus mau di-dua-kan, karena ketakutan tidak bisa menghidup diri mereka sendiri atau karena ketakutan dipandang rendah oleh masyarakat dikarenakan status jandanya. Menjadi janda dalam filsafat Jawa yang sangat kental pengaruh Hindunya adalah sesuatu yang sangat terhina.

Penyanyi lagu mabok janda ini di mata saya mempunyai tempat terhormat daripada istri-istri Gymnastiar atau Rhoma Irama atau Hamzah Haz atau Puspo Wardoyo atau Sukarno yang hanya bisa menghamba pada laki-laki dan hanya memiliki sikap pasrah dan tidak mau bekerja untuk menghidupi diri sendiri.

Baju sang penyanyi yang bernama Resty ini berwarna merah, warna darah yang melambangkan kehidupan. Goyangannya yang seksi melambangkan kegairahann hidup dan seksualitas yang merupakan sumber kehidupan. Di video di atas bisa juga disaksikan goyang seorang laki-laki berbaju kuning di panggung, yang juga bergoyang dengan sangat seksi. Bisa kita lihat di sini bahwa baik laki-laki dan perempuan di Indonesia bergoyang dengan seksi. Dan hal itu bukan suatu kebetulan. Sebelum kelompok-kelompok fasis Islam mulai menguasai kehidupan masyarakat, hubungan kasih dan hubungan badan antara laki-laki dan perempuan di Indonesia adalah bukan hal terlarang. Seks atau urusan kelamin adalah perlambang kehidupan, perlambang dilanjutkannya keturunan manusia.

Bukan hubungan badan dan kasih sayang antara laki-laki dan permpuan yang normal dan alamiahlah yang layak diperangi oleh “orang-orang Islam” Indonesia, melainkan perilaku tidak normal, tidak alami, menyakitkan dan merendahkan pasangan, serta perilaku seks biadab lainnyalah yang perlu dihindarkan seperti pemerkosaan, pelacuran, pedofili/pederasty, harem/poligami, homoseksualitas, incest (hubungan seks terhadap keluarga sendiri). Hal ini juga selayaknya ditanggulangi tidak dengan cara fasisme Islam yang sedang berlangsung sekarang terhadap tubuh perempuan seperti melarang, menghujat, menghakimi, memakai kekerasan, dan hal-hal lain yang serupa, melainkan dengan dicari akar masalahnya dan bagaimana pemecahannya yang baik.

MUI dan orang-orang DPR/MPR di bawah Hidayat Nur Wahid melancarkan “perang” yang salah. Mereka melancarkan perang terhadap tubuh perempuan, terhadap buah dada perempuan dan bagian-bagian tubuh perempuan lainnya yang merupakan perlambang kehidupan, karena berfungsi untuk meneruskan keturunan, baik dalam hubungannya dengan anak maupun dalam hubungannya dengan laki-laki.

Hidayat Nur Wahid dan MUI sampai sekarang bungkam dan santai-santai saja terhadap perilaku seksual yang aneh-aneh seperti homoseksulitas di kalangan laki-laki yang berbentuk pederasty di kelompok homoseksualitas Ponorogo yang dikenal sebagai Warok dengan pasangannya dari lelaki remaja/di bawah umur yang dikenal dengan istilah gemblak, ataupun kelompok-kelompok homoseksual (terutama kaum laki-laki) di Indonesia yang bisa bebas berkeliaran dan “hidup bersama”, tanpa harus pusing-pusing dengan hukum yang sedang digodok oleh orang-orang pembenci tubuh perempuan di DPR/MPR. Dari sini sudah terlihat jelas apa yang dimusuhi oleh Hidayat Nur Wahid, MUI dan kelompok pembenci perempuan lainnya, yaitu tubuh perempuan dan hubungan kasih sayang yang alami dan tidak menindas antara laki-laki dan perempuan.

Juga terlihat jelas apa yang sedang didukung oleh Hidayat Nur Wahid, MUI dan geng pembenci tubuh perempuannya yaitu perilaku menyimpang homoseksualitas di kalangan laki-laki. Mereka bisa bebas, sebebas-bebasnya melakukan aktivitas seksual mereka tanpa ada halangan dari masyarakat. Karena semua mata memandang dengan benci ke tubuh Julia Perez. Sementara itu kelompok laki-laki bebas berasyik-masuk dengan laki-laki lainnya. Indonesia sudah mulai menjadi neraka bagi perempuan dan para kekasih yang mencintai lawan jenis dan menjadi surga bagi kaum homoseksual laki-laki.

Bagaimana menghindari pemerkosaan, pedofili/pederasty, pelacuran, incest, harem/poligami dan homoseksualitaslah yang harus diusahakan dengan cara yang baik tentunya dan tidak dengan cara-cara fasis Islam, dan bukannya melarang terlihatnya tubuh perempuan yang sejak berjuta-juta tahun yang lalu yah begitu-begitu saja bentuknya, tidak berubah, sama saja, siapapun perempuannya. Tidak ada yang aneh dan tidak ada yang perlu ditutup-tutupi. Buah dada, pinggul, pantat dan vagina adalah bagian-bagian tubuh perempuan yang melambangkan kehidupan, bukan untuk dicaci, bukan untuk dibenci ataupun diberi pandangan menistakan melainkan pandangan sayang dan hormat.

Akan dibawa ke manakah Indonesia oleh orang-orang pembenci tubuh perempuan dan pembenci perilaku seksual yang alami dan normal ini?

03
Sep
08

Perbedaan Arab Saudi dengan Indonesia

  • Arab Saudi adalah negara kecil dengan jumlah penduduk sekitar 28 juta orang (sumber: penghitungan Juli 2008 oleh CIA – The World Factbook)
  • Indonesia adalah negara terbesar ke-empat di dunia (setelah China, India dan Amerika Serikat) dengan jumlah penduduk sekitar 238 juta orang (sumber: penghitungan Juli 2008 oleh CIA – The World Factbook)
  • Arab Saudi adalah negara satu budaya yaitu budaya Arab/Islam dan satu bahasa yaitu bahasa Arab
  • Indonesia adalah negara banyak budaya yaitu budaya-budaya masyarakat Indonesia asli ditambah budaya-budaya lain dari seluruh dunia (Eropa, Melanesia, Asia, Timur Tengah) dan negara banyak bahasa dengan satu bahasa negara yaitu Bahasa Indonesia
  • Arab Saudi adalah negara anti demokrasi/absolutis/totaliter
  • Indonesia adalah negara demokrasi yang pernah ditindas oleh kekuasaan diktator dan sedang dalam proses kembali ke demokrasi
  • Arab Saudi sangat kaya karena memiliki sumber minyak bumi yang berlimpah
  • Indonesia sangat kaya dengan beragam sumber daya alam termasuk minyak bumi
  • Di Arab Saudi keluarga kerajaanlah yang memiliki sumber daya alam minyak bumi ini
  • DI Indonesia kekuasaan Barat dan Jepang serta sedikit kelompok elit militerlah yang menjadi pemilik sumber daya alam di Indonesia
  • Arab Saudi akan hancur berantakan dalam segala sisi kehidupan masyarakatnya apabila sumber minyak buminya berkurang atau habis
  • Indonesia tidak akan hancur berantakan dan akan tetap berdiri tegak walaupun sumber daya alamnya habis, karena begitu banyak sisi-sisi kehidupan lainnya yang dapat diandalkan seperti dalam sisi budaya dan sumber daya manusianya. Dan karena sudah sejak lama sumber daya alam Indonesia juga tidak dinikmati oleh orang Indonesia sendiri.
  • Arab Saudi mewakili versi Islam yang kejam/biadab/brutal/tidak manusiawi, absolutis, pemuja kekerasan, pembenci perempuan dan pembenci hubungan kasih antara laki-laki dan perempuan
  • Indonesia mewakili versi Islam dengan pengaruh yang sangat kental dari suku bangsanya yang matriarchal yaitu suku bangsa Minangkabau. Islam di Indonesia adalah berdasar kepada nilai-nilai matriarchal Minangkabau yang tidak mengenal kekerasan dan bertumpu kepada nilai-nilai yang menghormati kaum perempuan dan mendorong hubungan cinta kasih antara laki-laki dan perempuan.
  • Kelompok penguasa Arab Saudi memberikan uang hasil jualan minyak bumi kepada Indonesia untuk meng-arab saudisasikan Indonesia
  • Kelompok penjilat Indonesia memanfaatkan uang dari Arab Saudi ini untuk meraih kekuasaan dengan cara meng-arab saudisasikan Indonesia
  • Ekonomi Arab Saudi murni berdasarkan penjualan minyak bumi
  • Ekonomi Indonesia berasal dari berbagai macam sumber
  • Dengan tatanan masyarakatnya yang menindas, Arab Saudi tidaklah memiliki sumber daya manusia yang baik
  • Indonesia yang memiliki beragam budaya dan terbuka, memiliki sumber daya manusia yang tidak terbatas
  • Penguasa Arab Saudi semakin menggila dengan proyek arabisaudisasinya
  • Penjilat Indonesia ikut-ikutan menggila dengan proyek arabisaudisasi dengan dana Arab Saudi

Dengan posisinya yang penting di dunia sebagai negara terbesar ke-4 di dunia dan posisi strategisnya diantara dua samudra, di antara negara terbesar Cina, negara terbesar kedua India dan benua Australia serta perannya sebagai negara dengan pemeluk Islam terbesar di dunia yang mewakili versi Islam yang manusiawi, seharusnya Indonesialah yang menentukan arah versi Islam dunia, bukannya membiarkan diri didikte oleh kekuasaan minyak Arab Saudi.

Indonesia seharusnya tidak membiarkan diri dikuasai oleh sekelompok penjilat-penjilat uang minyak dan kekuasaan negara kecil Arab Saudi yang tidak memiliki arti apa-apa dalam segala sisi kehidupan manusia selain nilai minyak buminya yang juga tidak tak terbatas.

Dengan budayanya yang beragam seharusnya Indonesialah yang mempengaruhi Arab Saudi yang hanya memiliki satu ragam budaya dan bukannya menjadikan ragam budaya Indonesia ini digantikan dengan  budaya Arab Saudi (kalau itupun masih layak disebut budaya). Tambahan lagi budaya Arab Saudi ini tidak manusiawi dan biadab

05
Agu
08

Persamaan orang Islam fundamentalis dengan orang rasis barat

Kalau saya perhatikan berita-berita dunia tentang negara-negara yang mewakili Islam fundamentalis, kristen fundamentalis dan fundamentalis barat, terutama tentang orang Islam fundamentalis dengan orang Jerman rasis dan orang Amerika Serikat yang rasis, saya sering tercengang-cengang melihat begitu banyak kemiripannya. Berikut ini kemiripan-kemiripan yang saya pantau sampai sekarang. Kalau pembaca ada menemukan lain-lain kemiripan, bisa ditambahkan lewat komentar.

  • sama-sama pembenci orang Yahudi
  • sama-sama banyak dapat uang dari jualan minyak bumi
  • sama-sama berbudaya patriarchat
  • sama-sama absolutis dan otoriter
  • sama-sama punya pemimpin absolutis/otoriter/kejam/biadab (Raja-raja Arab Saudi, Hitler, Bush)
  • sama-sama pembenci perempuan
  • sama-sama rasis terhadap orang kulit hitam
  • sama-sama seksis terhadap perempuan
  • sama-sama doyan memainkan agama
  • sama-sama doyan kekuasaan
  • sama-sama (sempat) berkuasa di dunia
  • sama-sama (sempat) sangat kaya
  • sama-sama tidak menyukai pemimpin perempuan
  • sama-sama bersahabat erat satu sama lain (AS dan Arab Saudi, AS dan Iran, Jerman dan Iran, dst)
  • sama-sama dibantu oleh kelompok agama dalam mempertahankan kekuasaannya (Hitler oleh kaum penguasa Katolik/Protestan, Bush oleh kaum penguasa Kristen Evangelis/Protestan, raja-raja Arab Saudi oleh kaum penguasa Islam)
  • sama-sama suka membakar buku dan melarang buku (kelompok Islam fundamentalis di Arab Saudi, Iran dan Afghanistan, kelompok para rasis Jerman di zaman Hitler, kelompok para rasis di Amerika Serikat)
09
Jun
08

Poligami dan Korban-korbannya

Kalau kita berbicara soal Islam, maka hampir otomatis yang dimaksud adalah peremuan berjilbab dan keharusan berpoligami bagi “laki-laki gatal” atau laki-laki soleh. Berbusa-busa sudah mulut para cendekiawan muslim dalam menerangkan soalan mengenai “ayat tentang poligami” dan berjuta-juta lembar buku, artikel dan tulisan-tulisan mengenai poligami dan kerudung (jilbab, abaya, burqa dan kawan-kawannya), yang menyatakan bahwa hal itu bukan hakikat atau ajaran Islam, tetap saja para fundamentalis Islam dan para pengikut bertahan pada “aturan kerudung dan poligami” ini. Saya tidak akan memasuki debat kusir yang cuma akan menghabiskan tenaga dengan orang-orang tidak punya otak yang hanya berfikir tentang pemuasan alat kelamin laki-laki ini, tetapi saya akan berbicara mengenai korban-korban poligami dan budaya poligami pada suku bangsa-suku bangsa dunia lainnya. Tidak hanya perempuan menjadi korban daripada poligami, laki-laki dan anak-anak justru yang menjadi korban utama dari tatanan “perkawinan” patriarchat ini. Dan tidak seperti anggapan orang banyak yang selama ini kita dengar bahwa poligami adalah budaya khas Islam, budaya-budaya patriarchat dunia lainnya mengenal praktek poligami ini. Saya tidak akan terlalu banyak berbicara tentang budaya-budaya patriarchat dunia yang menerapkan poligami melainkan korban-korban daripada poligami.

Laki-laki korban poligami

Laki-laki, tidak dapat disangkal lagi, adalah korban utama daripada poligami. Ah, kok bisa? Laki-laki yang tidak menyetujui poligami kebanyakan tidak berdaya untuk menyatakan ketidak setujuannya karena tidak punya alasan untuk itu. Menurut pendapat “hampir semua orang”, laki-laki selayaknya tidak memprotes kampanye poligami ini, karena “laki-laki adalah pihak yang diuntungkan”. Bukannya enak bisa berhubungan badan dengan lebih dari satu perempuan? Tapi, apa bisa semua laki-laki berhubungan badan dengan lebih dari satu perempuan? Jawabannya ternyata adalah tidak. Berikut kita lihat mengapa.

75% Laki-laki Tidak Akan Mendapatkan Pasangan

Menurut banyak laki-laki (dan juga perempuan) pendukung poligami, yang masih malu-malu menyatakan dukungannya untuk poligami, poligami diperlukan karena jumlah perempuan lebih banyak daripada jumlah laki-laki. Jadi untuk menghindarkan perempuan yang tidak mempunyai suami, maka perlulah poligami ini dijalankan. Pendapat ini misalnya diyakini dengan sangat oleh “penguasa PKS”, Hidayat Nur Wahid. Ternyata mereka mendasari pendapat gila ini dari hasil penghitungan jumlah penduduk laki-laki dan perempuan. Jumlah perempuan daripada hasil statistik ini memang sedikit lebih tinggi, walaupun kadang-kadang lebih rendah. Jumlah prosentasi perempuan di Indonesia berkisar antara 48%-52%, dibanding jumlah laki-lakinya. Ini tidaklah aneh. Dari hasil penelitian-penelitian dalam bidang ilmu biologi terutama ilmu genetika menunjukkan bahwa jumlah laki-laki dan perempuan akan selalu berkisar sekitar 50%-50%. Jadi jumlah statistik ini adalah normal, karena tidak beda jauh.

Sekarang pertanyaannya adalah apa yang menyebabkan perbedaan statistik jumlah laki-laki dan perempuan di dunia? Dari hasil penelitian ilmu-ilmu alam dan sosial ditemukan bahwa perempuan adalah mahluk yang lebih kuat daripada laki-laki. Pengertian kuat disini adalah bukan dalam pengertian bertinju cara petinju kelas berat seperti Mike Tyson, melainkan dalam hal menahan sakit, mental dan ketahanan tubuh. Perempuan mungkin “lemah” dalam hal tinju-bertinju seperti berusaha ditekankan para pendukung ideologi perempuan adalah mahluk lemah, akan tetapi mereka “kuat” dalam hal hal yang berhubungan dengan penderitaan hidup, rasa sakit dan emosi. Perempuan sejak haid pertama, telah terbiasa (dan akhirnya terlatih) dengan rasa sakit melalui haid yang datang tiap bulan, mengandung dan melahirkan anak. Secara mental perempuan juga lebih bisa menghadapi stress dan tidak mudah terjerumus ke dalam kebiasaan buruk yang menyebabakan ketagihan dan kerusakan mental dan tubuh. Karena itulah mereka umunya, kalau tidak sengaja dibunuh atau karena kecelakaan, biasanya masa hidupnya lebih panjang. Di Indonesia belum ada budaya membunuh bayi atau anak-anak perempuan seperti banyak terjadi di India dan Cina yang berbudaya Ultra-Patriarchat. Dari sinilah asal kelebihan dalam statistik di atas. Nilai lebih sekitar 2% ini datang dari perempuan-perempuan tua atau “nenek-nenek metal” :) yang masih kuat hidup, bahkan sampai di atas usia 100 tahun, seperti Inyiak Upiak Palatiang yang sampia sekarang masih hidup dalam usianya yang menjelang 106 tahun, dan yang terkenal sebagai pandeka silek (Indon. pendekar silat) dan masih aktif bekerja di sawah, mengarang lagu dan menggubah musik serta sebagai dukun anak. Jadi dengan alasan perempuan lebih banyak daripada laki-laki semestinya laki-laki gatal ini kawin dengan nenek-nenek kuat ini :) . Karena perempuan muda jumlahnya hampir selalu persis sama dengan laki-lakinya, yaitu 50%-50%. Kalau laki-laki gatal ini mengatkan bahwa mereka berhak atas 4 istri, maka calon istri daripada laki-laki lainnya akan mereka ambil. Karena laki-laki cuma bisa berpasang-pasangan karena prosentasi yang sama. Kalau 25% laki-laki Indonesia berpoligami atau beristri 4 seperti katanya “diharuskan” oleh Islam, maka tidak ada lagi perempuan yang tersisa. Semua sudah dikawini oleh laki-laki gatal yang cuma terdiri dari 25% dari keseluruhan laki-laki yang ada. Jadi para laki-laki, sekitar 75%, harus siap-siap untuk tidak mendapatkan istri atau pasangan hidup. Dan siap-siaplah untuk mencari istri di luar negri, atau menjadi homoseksual, bila poligami jadi diterapkan, yang tampaknya akan terjadi kalau Partai Islam seperti PKS (Partai Keadilan Sejahtera) menang dan bekerja sama dengan tentara.

Laki-laki Tidak Kaya

Para laki-laki yang tidak sanggup membiayai 4 istri dan entah berapa banyak anak-anak yang akan lahir dari “perkawinan gila” ini jelas cenderung tidak akan mendapatkan istri karena laki-laki beruanglah yang akan mendapatkan 4 istri karena bsia membiayainya. Hamzah Haz, Gymnastiar, Puspo Wardoyo, Rhoma Irama dan presiden Sukarno adalah contoh-contoh daripada “laki-laki beruang” yang bisa membiayai lebih dari satu istri. Hamzah Haz lewat korupsi, Gymnastiar lewat jualan dakwah, Puspo Wardoyo lewat usaha jualan ayam gorengnya (yang herannya masih dikunjungi orang), Rhoma Irama lewat “jualan suaranya” serta Sukarno sebagai “penguasa Indonesia” selama sekitar 20 tahun. Laki-laki yang penghasilannya pas-pasan atau hanya cukup untuk membiyai 1 istri atau bahkan cukup untuk membiayai diri sendiri atau bahkan yang dibiayai oleh istri, harus siap-siap gigit jari, karena tidak akan ada perempuan lagi yang tersisa.

Seharusnya para laki-laki memboikot laki-laki egois penghianat kaum laki-laki ini dengan jalan tidak memilih partai yang diwakili Hamzah Haz, tidak membeli lagi dagangan Gymnastiar, atau tidak lagi berkunjung ke restoran Puspo Wardoyo.

Dan memang dari sejarahnya poligami adalah hampir selalu hak istimewa dari kalangan pen guasa, baik itu sultan-sultan di Arab dan di Turki yang haremnya bisa berjulah ribuan perempuan, atau kaisar Cina yang haremnya hampir sama dengan sultan-sultan Arab, atau sultan-sultan dan raja-raja Jawa yang beristri banyak. Dalam budaya-budaya ini, laki-laki tidak beruanglah atau yang terpaksa bekerja untuk laki-laki elite dan penguasalah yang akan menjadi korban. Di keraton Cina, laki-laki yang berkerja untuk kaisar Cina harus dipotong buah pelir dan kemaluannya agar “tidak menganggu atau berhubungan badan” dengan istri-istri kaisar. Demikian pula yang terjadi pada kesultanan-kesultanan Arab dan kerajaan-kerajaan di India. Jadi wahai laki-laki, kalau solider dengan sesama laki-laki dan ingin mendapatkan pasangan, boikotlah laki-laki gatal, egois dan penghianat laki-laki ini. Bekerjasamalah dengan perempuan yang juga akan menjadi korban poligami untuk memerangi perkawinan setan ini.

“Adil” dan “Tidak Zina”

Alasan daripada diberlakukannya poligami adalah kalau bisa adil terhadap ke 4 istri maka boleh berpoligami dan untuk menjaga agar tidak terjadi “zina”. Pengertian zina juga tidak jelas. Jadi laki-laki gatal seperti Hamzah Haz, Gymnastiar dan Puspo Wardoyo menganggap dirinya adil! Padahal adil adalah suatu ideal yang ingin dicapai ileh manusia, tapi tidak seorangpun di dunia yang bisa adil. Bahkan Islam sendiri menyatakan bahwa hanya Tuhan yang bisa adil dan maha adil. Manusia adalah mahluk yang seringkali khilaf. Kalau begitu siapa mereka ini. Apakah mereka berfikir bahwa mereka sudah sama dengan Tuhan, yang bisa adil? Berarti mereka sirik, menganggap dirinya setara dengan Tuhan yang Adil. Padahal di hati mereka tersimpan buah dada, dan tubuh yang montok dari istri yang lebih muda dan biasanya yang lebih sering dikunjungi adalah istri yang muda. Adil? Ah, cuma gatal-gatal saja kemaluan bapak-bapak ini. Istri Gymnastiar sampai pingsan-pingsan, karena ketidakadilan dan dusta Gymnastiar, istri-istri dari Puspo Wardoyo jelas-jelas perempuan bodoh, terlihat dari air mukanya, yang cuma bisa menurut saja dan tidak bisa mengartikan apa itu adil. Hamzah Haz, wah jelas-jelas laki-laki berkuasa di salah satu partai Islam, istrinya harus tutup mulut dong kalau ada urusan mengenai keadilan. Apakah itu yang menyangkut soal-soal jatah kelamin Hamzah Haz sampai jatah keuangan perbulannya. daripada bikin malu.

Satu lagi alasan yag paling menggelikan adalah poligami perlu adalah agar tidak “zina”. Kalau kita bertanya kepada mereka apa arti “zina”, jawabannya tidak pernah jelas. Tapi kira-kira pengertian zina seperti ini: kalau laki-laki dan perempuan berhubungan badan dengan izin penguasa agama walaupun untuk cuma beberapa jam seperti banyak terjadi di Iran (yang dikenal dengan istilah kawin mut’ah) atau di Arab Saudi (yang dikenal dengan kawin “Al Misyar”), maka itu tidak dianggap “zina”. Kawin “mut’ah” atau “al misyar” ini saya lihat sebagai pelacuran. Demikian juga penilaian daripada orang-orang lainnya yang mendasarkan perkawinan pada cinta dan kekeluargaan. Jadi bapak-bapak pengikut kepercayaan ini, bisa saja pergi ke tempat pelacuran, seperti di Iran, di Arab Saudi dan di negara-negara Arab lainnya, dan berhubungan dengan pelacur tersebut. Syaratnya cuma satu, sebelum masuk ke kamar dan berhubungan dulu, harus meminta “restu” dari penguasa agama, apapun namanya. Dan memang inilah yang diterapkan di tempat-tempat pelacuran di Arab Saudi. Ternyata prinsipnya sama saja, pergi ke pelacuran dan berhubungan seks sebebas-bebasnya bagi pihak laki-laki beruang (termasuk dengan pelacur dan anak-anak). Cuma tampaknya alasannya perlu diper-suci-kan dengan dukungan Tuhan. Laki-laki yang masih memiliki cinta kepada pasangan dan masih memiliki moral tampaknya harus waspada dengan pengertian mengambang “zina”, “mut’ah” dan “al misyar” ini. Buat saya jelas-jelas poligami adalah zina, karena tidak berdasarkan cinta kasih antara pasangan yang terdiri dari 1 laki-laki dan 1 perempuan.

Bahaya Homoseksualitas di antara Laki-laki

Para cendekiawan ilmu-ilmu sosial di Cina menghawatirkan akan meningkatnya budaya homoseksualitas yang dipercepat dengan menurunnya jumlah perempuan di Cina sebanyak 25%. Cina yang menerapkan kebijakan anak satu bagi seluruh orang Cina, telah menyebabkan calon bayi-calon bayi perempuan dibunuh sejak masih di dalam kandungan atau ketika baru dilahirkan. Alasannya adalah karena anak laki-laki di Cina jauh lebih berharga daripada dibandingkan dengan anak perempuan. Bagi keluarga-keluarga kaya, calon bayi perempuan digugurkan secara kedokteran oleh dokter setelah diketahui bahwa si calon bayi berjenis kelamin perempuan, ini banyak terjadi di kota-kota Cina yan kaya seperti Hong Kong. Pada keluarga.keluarga miskin, biasanya bayi perempuan dibunuh pada saat baru dilahirkan, atau dibiarkan mati kepanasan atau kedinginan di jalanan. Budaya membunuh anak perempuan adalah budaya yang sudah lama ada pada masyarakat Cina dan India yang menganut budaya Ultra-Patriarchat, di mana anak laki-laki lebih dihargai daripada anak perempuan. Jadi kebijakan 1 anak ini bukanlah pemicu asal daripada budaya membunuh anak-anak perempuan. Beberapa tahun yang lalu ketika jumlah laki-laki diperhitungkan sudah 25% lebih banyak daripada jumlah perempuanya, ilmuwan di Cina mengkhawatirkan meningkatnya homoseksualitas karena 25% laki-laki tidak akan mendapatkan pasangan. Indonesia mungkin belum memiliki budaya membunuh bayi perempuan, juga tidak pada masyarakat Jawa yang tergolong sangat patriarchal di Indonesia, akan tetapi dengan kebijakan poligami dan beristri 4, apalagi kalau sampai disahkan oleh negara Indonesia, maka akan ada 75% lebih banyak laki-laki yang tidak akan mendapatkan pasangan, 3 kali lebih banyak daripada Cina. Coba bayangkan kemungkinan meningkatnya budaya homoseksualitas di kalangan laki-laki. Yah, daripada sendirian…..

Jadi para laki-laki, waspadalah!!!

Anak-anak korban poligami

Sudah jadi rahasia umum, bahwa anak dari istri tua, adalah anak yang paling menderita. Karena biasanya si bapak hanya mengunjungi istri(-istri) mudanya dan tentunya anak-anak istri(-istri) mudanya. Sering kali bahkan, si bapak sama sekali tidak mengunjungi istri tuanya dan akhirnya tidak mengunjungi mereka. Masalah keuangan juga menjadi masalah utama daripada anak-anak daripada bapak-bapak gatal ini. Biasanya mereka harus hidup miskin, karena umumnya si bapak tidak lagi membiayai ibu-ibu mereka yang berlaku sebagai istri tua. Saya sendiri kenal dengan keluarga-keluarga beberapa istri tua ini. Mereka jadi miskin karena biasanya perempuan-perempuan yang mau dimadu ini adalah mereka-mereka yang tidak memiliki pekerjaan atau tergantung secara ekonomi kepada suami mereka. Yang kemudian beristri lagi.

Mereka juga harus menderita secara emosional karena pertengkaran antara orang tua mereka karena masalah-masalah soal keadilan ini, yaitu masalah kunjugan si bapak dan masalah keuangan yang tidak adil. Mereka juga harus menderita karena pertengkaran orang tua mereka, pada saat si bapak “mau kawin lagi”. Penderitaan emosional ini juga berlaku bagi anak-anak dari si istri muda.

Penderitaan mereka menjadi lebih lengkap lagi, karena mereka harus diberi panggilan: “anak istri tua” atau “anak istri muda”, yang biasanya juga mengandung penghinaan.

Perempuan Korban Poligami

Perempuan mungkin terlihat “lebih beruntung” daripada para laki-laki yang harus menghadapi bahaya homoseksualitas karena “budaya istri 4″ ini. Mereka sedikitnya “masih mempunyai suami”, walaupun untuk 1 hari 3/4 per minggunya. Kalau adil. Tapi kalau sendag rindu dengan badan suamai dan alat kelamin laki-laki, apa daya harus menderita sendirian, karena kerinduan ini datanganya tidak bisa diatur ketika “jatah kunjungan” yang 1 hari 3/4 itu tiba. Yah akhirnya kalau tidak makan hati karena cemburu (karena membayangkan alat kelamin si suami sedang berada di dalam alat kelamin istri lain dari sang suami) dan gelisah karena ingin bemesraan dengan suami, pilihan lainnya yah masturbasi sendirian atau serong. Jadi buat apa dong punya suami, kalau musti mastrubasi sendirian atau makan hati? Jadi para perempuan hati-hati kalau bilang poligami adalah ajaran agama. Dengan pernyataan ini anda menggali lubang sendiri dan juga lubang kubur perempuan-perempun lainnya yang bernasib sama.

Suami yang berpoligami biasanya juga pergi ke pelacuran, atau serong. Kan dilarang agama? Kata siapa? Kan ada “nikah mut’ah atau al masyar”, yang cuma perlu beberapa jam, cukup untuk berhubungan seks saja. Dan itu sudah sempat jadi trend kok di Indonesia. Jadi alat kelamin suami anda sudah masuk ke alat kelamin perempuan lainnya yang berisiko punya penyakit kelamin. Jadi kalo tidak mau kena penyakit kelamin jangan mau di poligami. Penyakit kelamin juga bisa berasal dari “madu” anda sendiri. Kalau mereka tidak higienis dengan alat kelamin mereka, mereka akan menularkannya kepada anda lewat kelamin suami anda. Masakan anda tidak takut? Kelamin suami anda sudah masuk ke 3 kelamin perempuan lainnya dan mungkin juga ke kelamin pelacur yang kemungkinan besar sudah kena penyakit kelamin? Ah, coba pikir-pikir lagi deh. Mungkin ada “tidak cemburu” karena dijanjikan surga, tapi anda harus pikir soal penyakit kelamin ini. Ini masalah serius.

Kemungkinan besar para perempuan akan frustasi seumur hidup karena tidak mendapatkan kepuasan sangat besar. Pertama sebagian besar laki-laki menderita penyakit ejakulasi prematur (hasil dari penelitian di bidang kedokteran). Dan walaupun ini “bisa disembuhkan”, karena budaya patriacrhat yang menyebabkan laki-laki sangat egois dan menganggap bahwa perempuan adalah alat seks dan tidak perlu mendapatkan orgasme, tidak banyak laki-laki yang mau menyembuhkan dirinya, walupun mereka nyata-nyata sakit secara seksual. Sekarang ditambah lagi dengan “berhubungan seks dengan 4 istri. Sudah loyo tapi punya istri 4! Yah, akhirnya seumur hidup (kalau anda tetap mau kawin terus dengan laki-laki gatal ini), anda dan madu-madu anda cuma jadi pemuas nafsu suami anda yang gatal dan egois.

Saya juga tidak yakin anda bisa “tidak cemburu” dan bahwa tidak akan ada pertengkaran dengan madu-madu anda soal waktu, kunjungan dan masalah keuangan, dan lain-lain. Kalau anda masih juga ingin dimadu, karena ingin masuk surga, masih banyak cara untuk bisa masuk surga. Dimadu adalah jalan paling hina dan rendah untuk masuk surga, masih banyak cara-cara lain. Menolong orang banyak yang miskin, yatim piatu dan lain-lain kegiatan sosial. Masuk surga karena dimadu juga tidak jelas asal-usulnya. Yang jelas alam/Tuhan menciptakan perempuan tidak 4 kali lebih banyak dari laki-laki yang memungkinkan Tuhan menyuruh anda untuk berbagi satu laki-laki dengan 3 perempuan lainnya. Akan tetapi sudah jelas Tuhan menciptakan manusia, laki-laki dan perempuan untuk hidup berpasang-pasangan karena hanya ada 1 perempuan untuk 1 laki-laki agar semuanya bisa berpasang-pasangan.

Kalau anda tetap berkeras untuk di poligami, maka saya cuma akan katakan anda adalah perempuan yang berbahaya untuk perempuan lainnya, untuk kebanyakan laki-laki dan untuk anak-anak.

Penutup

Susilo Bambang Yudhoyono tampaknya akan mencoba mendapatkan dukungan dari kelompok Islam fundamentalis yang salah satu isu utamanya adalah mengesahkan poligami. Dia sudah menunjukkan “restunya” akan budaya poligami ini lewat komentarnya yang memuji-muji propaganda poligami daripada film “ayat-ayat cinta”, yang buat saya judulnya adalah ayat-ayat setan, karena akibat-akibat menyeramkan yang akan terjadi terhadap laki-laki, anak-anak dan perempuan. Penguasa PKS sendiri yang jelas-jelas memiliki link ke setan dunia Arab Saudi, dan ke kelompok Fundamentalis Islam Mesir, Muslim Brotherbood, Hidayat Nurwahid, telah mengatakan jelas-jelas bahwa dia menyukai buku “ayat-ayat setan”.

Dan seperti telah ditunjukkan oleh Pakistan, Arab Saudi, Iran, dan lain-lain negara Islam, kombinasi antara kelompok penguasa negara dengan kelompok penguasa Islam adalah sangat berbahaya. Akan semakin berbahaya lagi apabila kombinasi ini ditambah dengan pengusa dari militer, yang sedang terbentuk di Indonesia, dibantu dari dana dan kampanye lewat media luar negri.

Laki-laki tidak gatal dan tidak egois serta perempuan normal harus hati-hati menyikapi isu poligami, pemilu 2009 dan partai Islam. Anda akan menjadi korban, baik anda laki-laki atau perempuan, apabila tentara dan kelompok Islam fundamentalis menguasai panggung politik.

Bagi orang-orang Minangkabau haru diingat bahwa apapu hsailnya ternd yang terjadi sekrang ini adalah bisa merupakan akhir dari Budaya Minangkabau. Kombinasi Islam fundamentalis (Jawa), tentara (Jawa)dan Arabisme/Wahabisme adalah sangat berbahaya. Kita semua telah tahu bahwa politik tidak bisa diserahkan kepada partai politik, karena permainan setan dan busuk yang terjadi di dalamnya. Politik adalah merupakan tanggung jawab kita semua, bukan milik partai politik, apalagi partai politik Islam yang mewakili kepentingan Arb Saudi/Arabisme/Wahabisme dan karenanya juga penguasa dunia, walaupun mereka berdalin apapun ataupun bermuka manis seperti Hidayat Nurwahid.

Harus diingat bahwa didalam orang-orang PKS ada agenda untuk menghancurkan budaya matriarchat Minangkabau dan menghancurkan “Islam versi Minangkabau” yang katanya tidak sejalan dengan hukum Islam. Perlu diingat bahwa Islam, Jawa dan Arab Saudi adalah budaya-budaya patriarchat dunia yang kejam yang selalu bertujuan untuk menghabisi budaya matriarchat.

Media nasional maupun internasional telah dipelintir untuk “cuma
“meliput urusan-urusan kelamin dan kekerasan dan “agama”, seperti kasus Inul dan Undang Undang Anti Pornografi, pembiaran kekerasan dari kelompok-kelompok Islam fundamentalis seperti FPI dan lainnya, pelarangan kelompok agama tertentu dan “pengharaman oleh negara” karena desakan satu kelompok ynag merasa mewakili “Islam yang benar” pada kelompok Ahmadiyah yang baru-baru ini terjadi, serta kasus “ganyang Malayisa”. Kita tahu bahwa alasan “Islam yang benar” telah depergunakan untuk membunuh jutaan orang Islam di seluruh dunia. Semestinya Indonesia mengatakan “ganyang Arab Saudi” yna gtelah membunuhi perempuan-perempuan Indonesia yang bekerja di sana, dan ynag telah membiayai para fundamentalis Islam di Indonesia.

Urusan-urusan ynag benar-benar penting seperti masalah kekurangn pangan, nasib Indonesia setelah perdagangan bebas di terapkan, kembalinya kekuasaan militer di Indonesia, kekerasan oleh negara di Universitas Nasional, “deal-deal” tentara dengan penguasa dunia Amerika Serikat, dikesampingkan begitu saja.

Semua harus menderita karena ada sekelompok laki-laki yang beruang dan “berkuasa” yang ingin memuaskan alat kelaminnya saja. Contohnya sudah jelas: Arab Saudi.

17
Apr
08

Sebuah pledoi menentang negara Islam

Apabila kita melihat ke negara-negara yang dianggap sebagai “contoh teladan” daripada “negara Islam” tidak akan ada seorangpun orang Indonesia yang akan mau dengan negara Islam. Berikut ini kita akan lihat betapa biadab dan ganasnya kekuasaan negara Islam terhadap orang-orang yang hidup dibawah naungannya baik itu perempuan, laki-laki, anak-anak ataupun kelompok cerdik pandainya.

Kelompok yang tidak tersentuh sudah jelas yaitu kelompok penguasa yang terdiri dari raja atau Presiden dan orang-orang dari kelompok yang secara de facto berkuasa, misalnya laki-laki dewasa dari kelompok-kelompok “pemimpin agama”.

Arab Saudi

Arab Saudi adalah perwujudan apa yang layak disebut sebagai setan dunia, sekte di dalam Islam yang mendukung absolutisme kerajaan, bersama dengan perlakuan sewenang-wenang, biadab dan kejam kepada warganya terutama yang tidak termasuk kedalam kelompok penguasa atau kelompok laki-laki dewasa yang merupakan kelompok yang diutamakan.

Di negara ini perempuan adalah kelompok kelas terendah yang tidak punya hak apa-apa, tidak ada harganya dan hanya berlaku sebagai korban dan warga negara kelas rendahan.

Arab Saudi adalah asal muasal sekte yang bernama Wahabisme. Sekte ini bermula dari seorang fanatik bernama Mohamed ibn Abd al-Wahhab (1703 – 1792), dari mana nama Wahabisme diturunkan. Sekte-sekte dalam Islam menganggap bahwa kepercayaan merekalah yang paling benar, walaupun sebenarnya paham ini diciptakan untuk melindungi dan mengukuhkan kekuasaan raja-raja kejam dan biadab Arab Saudi. Ini terbukti dengan tidak berlakunya hukuman-hukuman “untuk pelanggaran agama” bagi keluarga kerajaan dan kelompok penguasa dalam bidang agama. Wahabisme berlaku hanya untuk rakyat Arab Saudi dan kelompok-kelompok aliran-aliran dalam Islam lainnya yang menurut pengikut Wahabisme tergolong ke dalam “bukan Islam yang benar”. Adapun praktek-praktek biadab dan teramat sangat kerjam yang dilakukan terhadap penduduk Arab Saudi adalah sebagai berikut:

1. Hukuman pancung kepala untuk “kejahatan-kejahatan berat”, yang tentu saja berdasarkan pengertian penguasa dan bukan ditujukan untuk kelompok penguasa.
2. Hukuman potong tangan bagi pencuri. Menurut orang Islam fanatik maka hukuman ini akan mengurangi pencurian dan korupsi (pencurian besar-besaran). Menurut hukum ini, orang-orang seperti Suharto, Lim Sioe Liong, Akbar Tanjung atau Harmoko semestinya dipotong tangannya. Akan tetapi berdasarkan prakteknya di Arab Saudi, keluarga kerajaan dan kelompok penguasa agama kebal terhadap hukuman ini walaupun mereka sangat korup. Hukuman ini hanya berlaku untuk kalangan “bukan penguasa”. Jikalau Indonesia sampai mengikuti aliran ini, yang sepertinya sudah mulai menguat lewat pembiayaan lembaga-lembaga ke-arab-an yang dibiayai oleh Arab Saudi di Indonesia, paling-paling hanya maling ayam atau pencuri kecil-kecilan lainnya yang akan di potong tangannya dan bukannya koruptor (maling besar) besar seperti Suharto, yang kematiannya saja masih dikunjungi secara hormat oleh pejabat negara penjilat-penjilat seperti Yusuf Kalla dll. Yang berlaku selama ini juga hanyalah pengeroyokan maling-maling kecil di pasar sampai mati dan bukannya maling besar seperti Edi Tansil, Bob Hasan ataupun Tommy Suharto.
3. Arab Saudi memberlakukan apa yang disebut sebagai “Gender Apartheid”, seperti sistim apartheid yang pernah berlaku di Afrika Selatan dengan Nelson Mandelanya, cuma sistem Gender Apartheid ini berlaku terhadap perempuan. Perempuan tidak ada nilainya, cuma berlaku sebagai mesin seks dan mesin penghasil anak, tidak punya hak apa-apa, dan layak diperlakukan sesuka hati oleh kelompok laki-laki. Hanya 5% perempuan Arab yang berkerja dan memiliki penghasilan sendiri, karena itu mereka sangt rentan terhadap kekerasan seksual dari pihak laki-laki dan pemukulan oleh suaminya, bapaknya maupun saudara laki-lakinya. Mereka tidak bisa muncul didepan umum kalau tidak berpakaian hitam-hitam yang disebut dengan abaya dengan hanya bisa memperlihatkan matanya dan harus ditemani oleh “muhrimnya”. Sedikit sekali yang berpendidikan, banyak yang tidak mempunyai penghasilan sendiri. Banyak pekerja-pekerja (pembantu rumah tangga) yang berasal dari “negara-negara miskin” seperti Indonesia, Bangladeh, India dan Pakistan yang menjadi korban pemerkosaan laki-laki Arab Saudi yang gatal dan biadab. Laki-laki tersebut bebas melakukan apa saja, ketika perempuan melawan, maka banyak dari mereka yang diberi hukuman mati. Karena menurut logika biadab hukum Arab Saudi, laki-laki adalah mahluk suci. Seandainya mereka melakukan pemerkosaan maka yang bersalah bukanlah laki-laki tersebut melainkan perempuan yang diperkosa. Logika yang benar-benar bodoh dan biadab!!!

Hukuman cambuk dan penjara yang sedianya akan diberikan bagi perempuan muda berumur 19 tahun yang baru-baru ini diperkosa secara beramai-ramai oleh laki-laki Arab Saudi membuktikan kebiadaban dan kekejaman tatanan hukum wahabisme yang ingin diterapkan di Indonesia ini. Para pemerkosanya malah bebas. Yang diancam akan dihukum cambuk 200 kali dan dipenjara 6 bulan adalah perempuan umur 19 tahun tersebut, yang diperkosa secara beramai-ramai hanya dengan alasan bahwa si perempuan ketika diperkosa beramai-ramai sedang tidak ditemani oleh muhrimnya!!!. Perempuan muda tersebut akhirnya “diampuni” oleh Raja Arab Saudi bukan dikarenakan pemikiran bahwa pemerkosaan terhadapnya sebagai sesuatu hal yang biadab, melainkan karena desakan dunia Internasional, bantuan dari pengacara laki-laki Arab, suami si korban serta masyarakat Arab lainnya yang ingin Reformasi terjadi di masyarakat Arab Saudi. Yah, masyarakat Arab Saudi juga ingin reformasi dari rajanya yang lalim dan absolutis dan membebaskan Arab Saudi dari citra buruknya terhadap perempuan.

Atas nama Bundo Kanduang, para Niniak dan Mamak urang awak, Bunda saya dan seluruh perempuan sedunia, saya menyatakan menolak kebiadaban orang Arab Saudi ini baik terhadap perempuan-perempuan, laki-laki maupun anak-anak dari bangsa Arab maupun bangsa-bangsa lainnya di dunia yang menjadi korban dari kebiadaban penguasa Arab Saudi dan menolak disebarkannya ajaran setan ini di Indonesia.

4. Sikap yang memusuhi hubungan antara laki-laki dan perempuan, akan tetapi sebaliknya mendorong tumbuh suburnya budaya homoseksualitas.
Ilmuwan-ilmuwan dalam bidang ke-Islam-an (dan ke-arab-an tentunya) menemukan bahwa di Arab Saudi, bertentangan dengan anggapan umum yang menyatakan bahwa Islam menentang homoseksualitas, adalah masyarakat dimana homoseksualitas berkembang dengan subur dan sudah dalam tahap sangat maju dalam ke-homoseksualitasannya. Tidaklah aneh dimana hubungan antara laki-laki dan perempuan dianggap tabu dan bahkan dilarang, maka sebaliknyalah yang akan tumbuh subur. Polisi seksual sibuk memantau laki-laki dan perempuan yang berpegangan tangan, atau lain-lain aktivitas berkasih-kasihan yang normal lainnyaa ntara laki-laki dan perempuan. Akan tetapi laki-laki homoseksual bisa bebas berkasih-kasihan di tempat umum dan dimanapun mereka berada. Laki-laki homoseksual bisa bebas hidup bersama tanpa ada kontrol seperti diakui oleh laki-laki homoseksual di Arab Saudi pada suatu kesempatan wawancara. “Polisi seksual berlaku hanya untuk pasangan heteroseksual” tapi tidak untuk kami, para homoseksual. “Arab Saudi adalah surga bagi pasangan homoseksual“, tambahnya lagi. Homoseksual dikalangan perempuan juga tersebar luas, cuma karena perempuan terbatas geraknya dan secara ekonomi tergantung kepada laki-lakinya, mereka tidak bisa terlalu bebas menyatakan ke-homoseksualitasannya. Dikarenakan pasangan heteroseksual tidak bisa berkasih-kasihan dan menyalurkan rasa kasih sayang secara bebas, hasilnya adalah penyaluran dalam bentuk homoseksualitas karena lebih mudah, aman dan tidak ada risiko dari polisi seksual.

Afghanistan

Afghanistan adalah negara yang sangat memprihatinkan dan menyedihkan karena terjepit di antara banyak kekuasaan dunia:
1. Kekuasaan Arab Saudi yang ingin menyebarkan ajaran sekte Wahabismenya keseluruh dunia, dimana Afghanistan adalah salah satu proyeknya yang berhasil
2. Amerika Serikat dengan bantuan negara-negara lainnya terutama Inggris untuk mendapatkan jalur pengangkutan minyak yang murah dari Turkmenistan (sumber minyak di Asia Tengah), melalui Afghanistan (sebagai pilihan termurah dari jalur pipa untuk pengangkutan minyak)
3. Kekuatan-kekuatan politik dunia lainnya yang mempunyai kepentingan akan kedudukan Afghanistan yang geostrategis di Eurasia di antara dua kekuatan dunia yang tersisa: Eropa dan Asia.
4. Kepentingan penguasa dunia untuk menyebarkan Islam fanatik cara Arab Saudi yang telah terbukti bisa menghancurkan Uni Soviet dan menghasilkan tentara-tentara dan milisi “Islam” yang sangat berjasa dalam mengamankan jalur pipa untuk pengangkutan minyak dari Turkmenistan dan menjelek-jelekkan citra pemeluk Islam di dunia termasuk di Indonesia sebagai teroris
5. Pembunuhan masal dan “ethnic cleansing” yang dilakukan terhadap orang-orang Islam yang dianggap tidak mengikuti “ajaran Islam yang benar” oleh orang-orang Islam sendiri yang bernaung di bawah nama Mujahidin, Taliban, ALiansi Utara dan lainnya. Jutaan orang Afghanistan dibunuh oleh tentara-tentara “Islam” ini yang dibiayai secara gabungan oleh Arab Saudi, perusahaan minyak Amerika Serikat seperti UNOCAL, dll

6. “Tentara-tentara Islam” dari faksi manapun baik dari Mujahidin, Taliban, atau Aliansi Utara semuanya adalah pembunuh fanatik yang melayani kepentingan kekuasaan atas minyak di Asia Tengah dan heroin di Afghanistan.

7. “Tentara-tentara Islam” di Afghanistan sebagai bagian dari pelaku perdagangan heroin dunia.

Perempuan di Afghanistan punya nasib sama dengan perempuan Arab Saudi, bahkan lebih buruk lagi. Mereka harus memakai Burqa yang lebih tidak nyaman lagi daripada pakaian hitam-hitam di Arab Saudi, harus berhadapan dengan peluru, permerkosaan, pemukulan, pemaksaan untuk menjadi pelacur dan lain-lain. Mereka tidak boleh menikmati pendidikan dan tidak bisa ditangani oleh dokter bila mereka sakit karena hanya laki-laki yang bisa menjadi dokter dan karena perempuan tidak boleh berdekatan dengan laki-laki yang berprofesi sebagai dokter, dan lain-lain perlakuan biadab.

Anak-anak kecil perempuan tidak boleh bersekolah, dan hanya bisa diam di rumah. Anak laki-laki kecil hanya bisa ke sekolah “Islam” dimana yang diajarkan hanya pengetahuan untuk menjadi tentara Islam, ajaran-ajaran untuk membenci perempuan dan harus juga menjadi pemuas nafsu para laki-laki dewasa homoseksual yang menyukai anak laki-laki kecil (pederasty dan pedofili), yang umum dalam sekte-sekte Islam di seluruh dunia.

Arabisme

Arabisme adalah pandangan yang menganggap bahwa apa yang berasal dari Arab atau yang berkenaan dengan orang Arab dan budaya Arab adalah suci dan harus diikuti. Arabisme diantaranya meliputi hal-hal berikut ini:

1. Penghormatan secara berlebihan terhadap orang-orang keturunanan Arab karna dianggap keturunan Nabi Muhamad. Walaupun kita dihadapi dengan kenyataan perlakuan buruk Arab Saudi dan negara-negara Arab lainnya terhadap TKW dari Indonesia seperti permerkosaan, hukuman mati, perlakuan layaknya budak, tidak dibayar gajinya dll, serta perlakuan buruk pengusaha-pengusaha Arab Indonesia terhadap TKW Indonesia.
2. Pemaksaaan cara berpakaian Arab misalnya kerudung untuk perempuan dan sorban untuk laki-laki. Yang akhirnyapun cuma dibatasi untuk perempuan, laki-laki yah pakai pakaian Barat-lah… Kan kereeeeen.
3. Anggapan bahwa kata-kata Arab adalah lebih suci daripada kata-kata bahasa Melayu-Indonesia (Bahasa Indonesia berasal dari Bahasa Melayu yang pertama kali dibudayakan oleh orang-orang Minangkabau seperti Tan Malaka dan Muhamad Yamin). Contoh paling layak adalah kebencian terhadap kata Melayu kawin dan penggunaan kata Arab nikah yang dianggap sebagai kata yang lebih “suci”.

Arabisme dalam bentuk paling extrimnya berarti mengikuti kebiasaan dari sekte Wahabisme yang berlaku di Arab Saudi dan negara-negara tetangganya seperti Bahrain, Yemen dan Oman maupun negara pengikut setianya seperti Afghanistan.

Islam atau Arabisme?

Mempercayai agama Islam tidak sama dengan memeluk Arabisme, hal inilah yang banyak tidak difahami oleh kelompok kecil orang Indonesia yang berusaha meng-arabi(-saudi)sasikan Indonesia, lewat Da’i yang pengetahuannya cuma sedikit baik ilmu dunia maupun ilmu ke-Islamannya seperti Gymnastiar atau yang lebih dikenal dengan “A’a Gym”. Ke-Islam-an seorang Gymnastiar yang sangat “Arabi” dalam hal berpakaian atau sangat duniawi dalam hal benda-benda keduniawian seperti motor Harley ternyta terbatas pada menjual ayat-ayat Al Qur’an untuk bisa membeli motor Harley dan kawin dengan lebih daru satu perempuan. Bisa diuji kemampuan bahasa Arab dan kecendekiawanan seorang Gymnastiar atau seorang Zainuddin MZ, yang jadi kaya raya karena berjualan ayat Al Qur’an dan akhirnya bisa berkencan dengan artis cantik Nia Daniati menurut gosip yang bisa dipercaya. Hanya sebegitulah ternyata kemampuan seorang Gymnastiar dan Zainuddin MZ. Buat saya pribadi, Gymnastiar, Zainuddin MZ dan konco-konconya tidak lebih daripada laki-laki gatal tukang tipu orang Islam dengan sorbannya atau “jualan dakwahnya”. Bayangkan kalau Indonesia dikuasai oleh orang-orang macam Gymnastiar dan Zainuddin MZ yang cuma berfikir untuk membeli Harley dan mementingkan ke-gatal-annya! Kita akhirnya akan dipimpin oleh laki-laki bodoh yang gatal yang cuma berpikir bagaimana caranya bisa berhubungan badan dengan lebih dari satu perempuan dengan “jalur agama” dan bagaimana caranya mengesahkan poligami.

Para cerdik pandai dalam bidang ke-Islam-an yang mengerti bahasa Arab dan ilmu ke-Islam-an secara mendalam seperti Agus Salim dan Prof. Dr. Nurcholish Madjid berpandangan lain. Kerudung, hijab, abaya, burqa dan sebagainya apapun namanya bukanlah hakikat Islam. Islam tidak sama dengan Arabisme dan menerjemahkan Islam hendaklah secara kecendekiawanan bukan secara membabi-buta seperti orang-orang di Arab Saudi dan Afghanistan ataupun pengikut-pengikut kyai-kyai yang berjualan ayat-ayat Al Qur’an. Kedua intelektual ini juga tidak menjual ayat-ayat Al Qur’an untuk bisa kaya dan bisa kawin dengan lebih dari satu perempuan, melainkan membantu menerjemahkan Islam secara baik dan berbobot dan tidak secara fanatik. Mereka juga tidak menyarankan negara Islam ataupun pandangan-pandangan biadab lainnya seperti pemisahan laki-laki dan perempuan, budaya kekerasan dalam memahami Islam ataupun budaya yang memusuhi perempuan dan budaya kekerasan terhadap perempuan yang merupakan menu sehari-hari di negara-negara “Islam” seperti Arab Saudi, Iran dan Afghanistan. Dan juga tidak seperti pengikut-pengikut Gus Dur fanatik yang memukuli seorang aktivis perempuan Minangkabau sampai hampir mati di depan gedung Markas Besar PKB di Jl. Hj. Agus Salim, pada saat massa Gus Dur datang ke Jakarta dengan membawa golok dan senjata-senjata tajam lainnya sebelum Gus Dur jatuh dari kursi presiden, cuma karna perempuan itu mengatakan untuk tidak menggunakan kekerasan, bahwa Indonesia bukan hanya terdiri dari Jawa Timur saja dan bahwa Gus Dur bukan Wali. Dan memang Gus Dur bukan wali, dia hanyalah manusia biasa yang berasal dari Jawa Timur yang kebetulan mendapatkan warisan dari keluarganya untuk memimpin Nahdhatul Ulama. Gus Dur hanyalah orang biasa yang punya massa fanatik dan bodoh dan pintar memanfaatkannya.

Islam KTP dan pemeluk daripada kepercayaan

Islam di Indonesia tidaklah masuk dengan “jalan damai” seperti banyak diagung-agungkan para pengikutnya. Kenyataan ini harus kita akui, karena itu merupakan bagian dari sejarah suku bangsa-suku bangsa di Indonesia yang harus kita ketahui dan diambil teladannya agar supaya kejadian serupa tidak terulang kembali. Minangkabau menjadi Islam karena dijajah (secara kepercayaan dan ekonomi) oleh kerajaan Islam Aceh lewat serangan militer dan monopoli perdagangan, yang diikuti oleh serangan kelompok Padri yang berasal dari Aceh (Aceh: Pidie) yang diilhami dari pemikiran Wahabi yang ketika itu sedang “in” di Arab Saudi. Banyak orang Minangkabau yang dibunuh oleh orang-orang fanatik ini hanya karena mengadu ayam atau hal-hal remeh-temeh lainnya atas nama “pemurnian agama” dan “peng-Islam-an orang-orang kafir Minangkabau” yang masih “berbudaya jahiliyah yang matrilineal”. Oleh karena alasan inilah Imam Bonjol bukanlah “pahlawan” seperti buku-buku sejarah yang dibikin oleh sejarawan-sejarawan yang berkerja untuk Suharto, melainkan penghancur budaya Minangkabau dan pembantai orang Minangkabau. Perlawanan orang Minangkabau yang menyusul kejadian tersebut adalah hasil daripada politik Belanda yang ingin mengail di air keruh ketika orang-orang fanatik ini sedang menggila dan membantai orang-orang Minangkabau. Kemudian kegilaan pengikut kelompok Padri inilah yang menggila di tanah batak di Sumatra Utara yang dipimpin oleh orang Batak sendiri yang dikenal sebagai Tuanku Rao. Ketika Aceh memiliki ratu-ratu (Sultanah), mereka diperangi dan berusaha dijatuhkan oleh orang-orang fanatik dari Arab Saudi yang mengharamkan “pemimpin perempuan”. Banyak lagi cerita-cerita serupa dari Tanah Jawa dan pulau-pulau lainnya yang seharusnya diriset oleh pemikir-pemikir dari tiap suku bangsa itu sendiri.

Sampai sekarang, ditengah-tengah masyarakat Indonesia dari seluruh suku bangsa, baik di Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi atau Papua, masih banyak orang Indonesia yang menganut kepercayaan dan bukannya ke lima agama patriarkat seperti Islam, Kristen, Protestan, Hindu maupun Budha. Di Minangkabau masih ada dan hidup kepercayaan terhadap Ibu Asal (Primal Mother) Bundo Kanduang, Mande Rabiah, Sikambang serta kepada alam (Alam takambang jadi guru). Di seluruh Jawa masih hidup kepercayaan kepada Nyai Loro Kidul bahkan bekas Presiden Indonesia Gus Dur masih pergi ke pantai selatan untuk minta berkah dan kekuatan dari Nyai Loro Kidul untuk bisa jadi Presiden, yang akhirnya terkabul walau tidak lama! Mungkin karna dia tidak setia hanya kepada Nyai Loro Kidul saja, melainkan juga kepada Tuhannya orang Arab :) Di masyarakat Dayak, Papua, Sulawesi dan suku bangsa lainnya di Indonesia masih ada kepercayaan terhadap nenek moyang, alam, dan roh-roh. Apa salahnya dengan hal itu? Tapi mereka semua dipaksa harus memilih salah satu dari 5 agama “resmi” ini walaupun haknya dijamin oleh Undang-Undang Dasar Indonesia. Sebagai akibatnya mereka membentuk kelompok tersendiri yang dikenal dengan Islam KTP, Kristen KTP dll. Sungguh kasihan mereka dikebiri kepercayaannya dan otaknya.

Para pendiri negara Indonesia telah menjamin kebebasan beragama dan memeluk kepercayaan, tapi akhirnya cuma 5 agama yang “direstui” oleh Suharto dan pendukungnya yang diijinkan hidup di Indonesia. Kepercayaan daripada nenek moyang dari suku bangsa di Indonesia sendiri dikebiri. Seharusnya kebebasan tiap orang di Indonesia seperti dijamin dalam UUD dihidupkan kembali, dan bukannya keberpihakan hanya pada 5 agama patriarkal dunia saja yang berasal dari luar Indonesia akan tetapi juga menghormati dan mengakui kepercayaan dari dalam Indonesia sendiri. Para pendiri Indonesia telah memikirkan masak-masak tentang permasalahan ini. Kepercayaan diakui dan dilindungi oleh Undang-Undang Dasar.

Penutup

Indonesia sejuta kali lebih maju daripada Arab Saudi, Iran, Afghanistan, dan negara-negara Arab lainnya seperti Yemen dan Oman yang juga menganut sekte Arab Saudi. Indonesia bahkan lebih maju dalam banyak sisi daripada negara-negara barat yang katanya sudah menganut “kesamaan hak” antara laki-laki dan perempuan. Di Indonesia hampir 100 % perempuan bersekolah, mayoritas tidak buta huruf dan punya penghasilan atau bisa berkerja dan mendapatkan penghasilan sendiri. Semua jenis perkerjaan bisa dilakukan perempuan, kerudung lebih sebagai pernyataan nilai keindahan/mode dan bukannya melambangkan kebodohan, keterbelakangan, ketertindasan dan ke-buta huruf-an perempuan. Perempuan Indonesia sudah jadi mentri sejak perempuan Eropa belum punya mentri, yaitu Hj. Rangkayo Rasuna Said, perempuan Minangkabau, yang juga pejuang melawan Belanda. Ketika Simone de Beauvoir masih memandang perempuan sebagai laki-laki yang dipotong kedua buah pelirnya dan kemaluannya, orang Minangkabau selalu melihat bahwa keberadaan laki-laki dan perempuan adalah keniscayaan alam, dalam fungsinya yang saling melengkapi seperti tatanan alam lainnya yang bersifat kedua-duaan seperti panas dan dingin, siang dan malam, gelap dan terang. Yang satu tidak lebih baik daripada yang lainnya. Kedua-duanya ada karena niscaya alam, saling melengkapi. Indonesia sudah punya Presiden perempuan ketika di tahun 2007 Ségolène Royal tidak bisa menjadi Presiden pertama perempuan dalam pemilihan umum di Perancis melawan kandidat kanan Nikolas Sarkozy karna dia cuma seorang perempuan, dan Angela Merkel di Jerman yang naik sebagai Kanzlerin perempuan pertama di Jerman di tahun 2005 dengan ditemani huru-hara karena lagi-lagi dia cuma seorang perempuan.

Kemunduran peran perempuan di Indonesia merupakan hasil daripada berlapis-lapis pengaruh budaya patriarchaat di Indonesia seperti Hindu-Jawa, Kristen-Belanda, Islam-Arab, Sukarno dan budaya ultra-patriarchat Suharto, budaya Bapakisme Suharto dan merupakan hasil penghancuran GERWANI (Gerakan Wanita Indonesia) yang merupakan kelompok cendekia perempuan Indonesia yang anggotanya banyak perempuan-perempuan cerdik pandai yang berasal dari Minangkabau dan Jawa. Budaya patriarchaat Jawa yang mulai dicoba dihilangkan oleh perempuan-perempuan cendekia ini dikembalikan lagi kebentuk lama budaya patriarchal Jawa yang berdasarkan pada filsafat Hindu yang berakar pada masyarakat Jawa di mana “Bapak” dianggap sebagai Tuhan Raja daripada Istri dan anak-anak. Ini terlihat dari acara TV daripada “sungkeman” keluarga Suharto dimana Suharto duduk di kursi sebagai perlambang dari Tuhan Raja, dan Ibu Sutinah berlutut dan sungkem di dengkul sang Tuhan Raja Suharto. Dalam budaya ultra-patriarchaat cara Suharto, kedudukan perempuan yang tertinggi adalah sebagai pembantu, mesin pembuat anak dan bawahan daripada sang suami, sang “Tuhan Raja” cara keluarga Suharto. Lewat cuci otak dan penumpasan daripada gerakan perempuan dan pembunuhan terhadap perempuan-perempuan cerdik pandai, Suharto ternyata masih tidak tergolong terlalu berhasil dalam usahanya meminggirkan kedudukan perempuan. Perempuan Indonesia tetap melawan dan tidak mau mengalah begitu saja dengan kelaliman dan kebiadaban Suharto, terbukti dari pergerakan Megawati Sukarno Putri sebagai simbol perlawanan terhadap kekuasaan Suharto sebelum jatuhnya rezim Suharto pada tahun 1998, Yeni Rosa Damayanti, aktivis mahasiswi Jakarta dari Universitas Nasional yang asal Minangkabau, yang karena melawan Suharto sempat dipenjara lebih dari setahun lamanya dan dilarang pulang ke Indonesia serta diasingkan di negri Belanda setelah peristiwa pelemparan telur ke muka Suharto di Dresden, Jerman, Prof. Dr. Dewi Fortuna Anwar yang asal Minangkabau yang merupakan perempuan pertama yang menjadi Penasihat Presiden. Menurut saya pribadi, Prof. Dewi Fortuna lebih cocok untuk jadi Presiden daripada bekas tentara seperti Susilo Bambang Yudoyono yang tangannya berlumuran darah, ataupun sang penjilat Suharto, Yusuf Kalla yang menganjurkan kawin kontrak, yang sudah lama terjadi di daerah-daerah tertentu seperti di daerah Puncak, Jawa Barat, untuk menarik “turis Arab”. Prof. Dewi Fortuna Anwar adalah perempuan Minangkabau yang sangat sadar akan ke-Minang-annya, akan kedudukannya sebagai perempuan Minangkabau yang yang dihormati sebagai Bundo Kanduang. Dia juga seorang cerdik pandai yang sangat cerdas dan memiliki ilmu pengetahuan yang luas dalam banyak bidang dan terutama dalam masalah Politik. Selain itu dia peduli terhadap permasalahan dalam masyarakat Indonesia seperti soalan perempuan, Islam dan lainnya serta memiliki segudang pengalaman di berbagai bidang dan di banyak organisasi baik nasional maupun internasional. Dia lebih layak jadi presiden daripada SBY, Yusuf Kalla, Megawati ataupun Gus Dur. Kapan orang Indonesia terutama perempuannya sadar dan tidak memilih orang-orang dari militer yang tangannya sudah berlumuran darah ataupun maling-maling besar lainnya?

Ketertindasan dan keterpinggiran perempuan Indonesia dilakukan secara sistematis sejak jaman Belanda sampai Suharto dan sekarang sudah ada tanda-tanda untuk melanjutkan usaha penindasan tersebut oleh sekelompok orang yang mengikuti paham arabisme dan wahabisme cara Arab Saudi. Sungguh disayangkan bahwa bentuk kemasyarakatan yang penuh dengan pemikiran-pemikiran mundur, kejam dan biadab cara Arab Saudi seperti inilah yang diidam-idamkan oleh sekelompok kecil orang Indonesia yang mengatas namakan Islam. Indonesia menterjemahkan Islam secara lebih baik daripada orang-orang terbelakang Arab ini. Tokoh-tokoh seprti Agus Salim, HAMKA dan Prof Dr. Nurcholish Madjid adalah tokoh-tokoh Islam yang patut diteladani pemikirannya dan dibaca karya-karyanya, bukan Zainuddin MZ dan Gymnastiar sang laki-laki gatal penjual ayat-ayat Al Qur’an ataupun da’i-da’i korup lainnya yang dengan bersorban mengacung-ngacungkan 2 jarinya di panggung kampanye sebagai tanda mendukung Suharto. Atau seperti Rhoma Irama “si penjual suara” dan pendukung Suharto yang berlagak sebagai orang soleh yang siap masuk surga dan merasa mempunyai kekuasaan untuk secara bebas menghujat Inul yang disukai oleh sebagian besar orang Indonesia. Inul tidak pernah mendukung Suharto, sang pembunuh dan sang koruptor, Rhoma I rama jelas! Karna itulah moral Rhoma Irama si pendukung pembunuh dan maling besarlah yang mestinya ditempatkan di dalam golongan tidak bermoral.

Dari kenyataan-kenyataan yang dipaparkan di atas, seharusnya kita berpikir secara masak-masak untuk menjadikan Indonesia sebagai negara Islam, untuk “mengislamkan Indonesia” atau “memurnikan Islam” di Indonesia. Islam telah menjadi agama yang setara dengan teror, terorisme, homoseksualitas, dan perlakuan biadab, ganas, dan sangat kejam terhadap perempuan. Haruskah kita mengikuti hal tersebut?

Sayang sekali ketika Arab Saudi ingin melepaskan diri dari kungkungan absolutisme daripada paham Wahabisme dan keluarga kerajaannya, sebagian orang di Indonesia memilih untuk menjadi tiruan daripada Arab Saudi.

Dibanding dengan budaya biadab wahabisme cara Arab Saudi, saya lebih memilih, percaya sama Ibu, Etek dan kakak perempuan saya dan keluarga besar saya lainnya yang jelas-jelas mencintai dan menyayangi saya secara tulus:)

*Artikel ini ditulis untuk Bunda saya di Jakarta




 

Mei 2012
S S R K J S M
« Agu    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Blog Stats

  • 48,659 hits

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.