Oleh Vara

Melihat anak-anak, hati saya sering terkoyak-koyak. Mereka begitu manis, lucu tapi juga keadaan merekalah yang paling menyayat hati. Mereka adalah kelompok yang paling tersiksa dari budaya patriarchaat. Mereka ada di mana-mana.

Dari anak-anak dengan mata celong karena kelaparan di banyak bagian di muka dunia ini, di Indonesia, Afrika, India, Amerika Latin, sampai anak-anak yang karena kegilaaan “religius” sementara orang, ditambah dengan dukungan penguasa-penguasa lalim dunia akan minyak bumi dan madat seperti di Afghanistan, menyebabkan mereka harus menghabiskan hidup bukan di rumah Bundanya melainkan di rumah-rumah khusus untuk “laki-laki” dimana mereka hanya diajarkan fanatisme gila dan diajari untuk menjadi tentara kecil, dan seringkali, harus disodomi oleh laki-laki tua di tempat-tempat tersebut.

Dari anak-anak kecil yang berkeliaran di tong-tong sampah di Jakarta dan tempat-tempat lainnya di dunia sampai pada anak-anak perempuan kecil yang dipenjara oleh pamannya, saudara laki-lakinya untuk pemuas nafsu para pedophile barat yang banyak berkeliaran di tempat-tempat miskin di Jawa, di Asia Tenggara dan daerah lainnya di dunia sampai anak-anak yang dipekerjakan dengan gaji murah dan diperlakukan seprti budak, sejak dari berabad-abad lamanya di Roma, di Eropa, di Inggris di masa “Revolusi Industri”, di India, di Afrika, di Amerika Latin, di Cina, di Indonesia dan seluruh dunia.

Semua menunjukkan bagaimana budaya patriarchat telah memiskinkan bagian terbesar penduduk dunia terutama anak-anak dan memisahkan anak-anak dari tempat paling aman di dunia: rumah Bundanya dan keluaraga besar Bundanya. Semua menunjukkan bahwa anak-anak adalah korban dari keserakahann laki-laki dewasa penjunjung tatanan patriarki dunia, baik secara badaniah, emosional maupun rohaniah. Dan ini mendapat dukungan penuh dari para penjilatnya: baik itu laki-laki maupun perempuan.


5 Tanggapan ke “Anak-anak”


  1. 1 putirenobaiak
    November 5, 2008 pukul 2:29 am

    tulisan-tulisan vara menohok dan inspiring :)
    boneh!

  2. April 22, 2009 pukul 9:55 pm

    kalo boleh bagi2 info… ma q dibelahan timur….
    tptx dkaltim…. MABESx….. kerajaan tertua (kutai) di Indonesia yang pudar karena usiax….
    boleh ya…

  3. 4 Vara
    April 22, 2009 pukul 11:07 pm

    berbagi informasi boleh dong…tapi saya tidak begitu jelas dengan beberapa kata yang ditulis…
    1. ma q
    2. tptx
    3. MABESx

    kalau diperjelas lebih bagus lagi…jadi saya bisa cari informasi lebih banyak lagi kalau kata kuncinya sudah tahu
    salam,

  4. 5 Zul Azmi Sibuea
    Mei 4, 2009 pukul 9:14 am

    1. ma q
    2. tptx
    3. MABESx
    saya sendiri gak gitu faham bahasa sandi pop sekarang ini, tapi dari konteksnya barang yang dimaksud bisa jadi :
    1. ma q = sama aku
    2. tptx = tempatnya
    3. MABESx = markas besarnya
    entahlah, barang kali yang kirim bisa menjelaskan lebi lanjut.


Tinggalkan Balasan




 

November 2009
S S R K J S M
« Okt    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Blog Stats

  • 25,488 hits