03
Sep
08

Perbedaan Arab Saudi dengan Indonesia

  • Arab Saudi adalah negara kecil dengan jumlah penduduk sekitar 28 juta orang (sumber: penghitungan Juli 2008 oleh CIA – The World Factbook)
  • Indonesia adalah negara terbesar ke-empat di dunia (setelah China, India dan Amerika Serikat) dengan jumlah penduduk sekitar 238 juta orang (sumber: penghitungan Juli 2008 oleh CIA – The World Factbook)
  • Arab Saudi adalah negara satu budaya yaitu budaya Arab/Islam dan satu bahasa yaitu bahasa Arab
  • Indonesia adalah negara banyak budaya yaitu budaya-budaya masyarakat Indonesia asli ditambah budaya-budaya lain dari seluruh dunia (Eropa, Melanesia, Asia, Timur Tengah) dan negara banyak bahasa dengan satu bahasa negara yaitu Bahasa Indonesia
  • Arab Saudi adalah negara anti demokrasi/absolutis/totaliter
  • Indonesia adalah negara demokrasi yang pernah ditindas oleh kekuasaan diktator dan sedang dalam proses kembali ke demokrasi
  • Arab Saudi sangat kaya karena memiliki sumber minyak bumi yang berlimpah
  • Indonesia sangat kaya dengan beragam sumber daya alam termasuk minyak bumi
  • Di Arab Saudi keluarga kerajaanlah yang memiliki sumber daya alam minyak bumi ini
  • DI Indonesia kekuasaan Barat dan Jepang serta sedikit kelompok elit militerlah yang menjadi pemilik sumber daya alam di Indonesia
  • Arab Saudi akan hancur berantakan dalam segala sisi kehidupan masyarakatnya apabila sumber minyak buminya berkurang atau habis
  • Indonesia tidak akan hancur berantakan dan akan tetap berdiri tegak walaupun sumber daya alamnya habis, karena begitu banyak sisi-sisi kehidupan lainnya yang dapat diandalkan seperti dalam sisi budaya dan sumber daya manusianya. Dan karena sudah sejak lama sumber daya alam Indonesia juga tidak dinikmati oleh orang Indonesia sendiri.
  • Arab Saudi mewakili versi Islam yang kejam/biadab/brutal/tidak manusiawi, absolutis, pemuja kekerasan, pembenci perempuan dan pembenci hubungan kasih antara laki-laki dan perempuan
  • Indonesia mewakili versi Islam dengan pengaruh yang sangat kental dari suku bangsanya yang matriarchal yaitu suku bangsa Minangkabau. Islam di Indonesia adalah berdasar kepada nilai-nilai matriarchal Minangkabau yang tidak mengenal kekerasan dan bertumpu kepada nilai-nilai yang menghormati kaum perempuan dan mendorong hubungan cinta kasih antara laki-laki dan perempuan.
  • Kelompok penguasa Arab Saudi memberikan uang hasil jualan minyak bumi kepada Indonesia untuk meng-arab saudisasikan Indonesia
  • Kelompok penjilat Indonesia memanfaatkan uang dari Arab Saudi ini untuk meraih kekuasaan dengan cara meng-arab saudisasikan Indonesia
  • Ekonomi Arab Saudi murni berdasarkan penjualan minyak bumi
  • Ekonomi Indonesia berasal dari berbagai macam sumber
  • Dengan tatanan masyarakatnya yang menindas, Arab Saudi tidaklah memiliki sumber daya manusia yang baik
  • Indonesia yang memiliki beragam budaya dan terbuka, memiliki sumber daya manusia yang tidak terbatas
  • Penguasa Arab Saudi semakin menggila dengan proyek arabisaudisasinya
  • Penjilat Indonesia ikut-ikutan menggila dengan proyek arabisaudisasi dengan dana Arab Saudi

Dengan posisinya yang penting di dunia sebagai negara terbesar ke-4 di dunia dan posisi strategisnya diantara dua samudra, di antara negara terbesar Cina, negara terbesar kedua India dan benua Australia serta perannya sebagai negara dengan pemeluk Islam terbesar di dunia yang mewakili versi Islam yang manusiawi, seharusnya Indonesialah yang menentukan arah versi Islam dunia, bukannya membiarkan diri didikte oleh kekuasaan minyak Arab Saudi.

Indonesia seharusnya tidak membiarkan diri dikuasai oleh sekelompok penjilat-penjilat uang minyak dan kekuasaan negara kecil Arab Saudi yang tidak memiliki arti apa-apa dalam segala sisi kehidupan manusia selain nilai minyak buminya yang juga tidak tak terbatas.

Dengan budayanya yang beragam seharusnya Indonesialah yang mempengaruhi Arab Saudi yang hanya memiliki satu ragam budaya dan bukannya menjadikan ragam budaya Indonesia ini digantikan dengan  budaya Arab Saudi (kalau itupun masih layak disebut budaya). Tambahan lagi budaya Arab Saudi ini tidak manusiawi dan biadab

About these ads

11 Responses to “Perbedaan Arab Saudi dengan Indonesia”


  1. Oktober 16, 2008 pukul 2:18 am

    saya sangat setuju dengan pendapat anda tentang arabisasi indonesia.para pemimpin agama gagal memisahkan antara arab dengan islam,sudah tercampur baur antara islam dengan budaya arab.anehnya lagi masyarakat selalu menganggap sesuatu yang berbau arab itu benar dan suci.
    syukurlah di minangkabau tidak ada pengkultusan habib habib yg mengaku keturunan nabi,habib habib inilah yang menjadi agen arabisasi indonesia demi memperkokoh dominasi mereka sejak zaman kerajaan islam nusantara.

  2. 2 akhiruddin panyalai
    Desember 27, 2008 pukul 8:15 am

    Tolong dibedakan juga antara arabisasi dengan pengamalan agama. Jangan sedikit2 berbau arab, dituduh arabisasi. Jangan sampai indonesia menjadi turki pada masa ataturk. Usahanya untuk men-turki-kan islam malah menjadikan ide2 gila dan menyalahi agama seperti adzan dalam bahasa turki, membuat suasana gereja dalam mesjid dengan menyusun bangku2 dan memakai piano dan alat musik dalam shalat.
    Islam adalah identitas dan kekuatan masyarakat minangkabau, dan akan tetap seperti itu.
    Masyarakat Minang adalah masyarakat yang kosmopolit dan berbaur tanpa perlu menghilangkan identitas etnis-nya, dan saya bangga akan hal itu.

  3. 3 Jufri
    Januari 13, 2009 pukul 7:34 pm

    Saya kurang setuju tentang apa yang anda sebutkan tentang arab saudi karena itu adalah tanah nya para nabi dan Nabi Ibrahim A.S pernah berdo’a disana negara itu tidak akan Hancur meskipun minyaknya hancur karena puluhan Juta umat Islam akan selalu berdatangan kesana,Karena disana tempat Kiblat nya Umat Islam,,,sebagai sesama orang minang pandangan anda terasa janggal

    wassalam

  4. 4 Vara
    Januari 20, 2009 pukul 4:06 pm

    Anda tidak setuju, tidak masalah. Tulisan saya adalah hasil penelitian dan analisa saya.

    Soal anda bilang bahwa Arab Saudi adalah tanahnya para Nabi dan Rasul termasuk Ibrahim dan karenanya tidak akan hancur, itu kepercayaan anda.

    Saya rasa kita sama-sama tahu bahwa agama Islam, Kristen dan Yahudi adalah hampir sama dan mirip-mirip. Cerita mengenai Ibrahim adapula di dalam kitab suci agama kristen dan Yahudi namanya saja beda sedikit: Abraham.

    Menurut orang Kristen dan Yahudi, Babilonialah tanah kelahiran Abraham (atau Ibrahim) dan bukan Arab Saudi ;) Dan bahwa Abraham tidak pernah ada di Arab Saudi melainkan di Babilonia, Palestina dan Mesir Kuno :).

    Kalau kita mau jujur, agama kristen dan Yahudi lahir lebih dahulu daripada Islam. Tapi klaimnya beda-beda mengenai Ibrahim. Yang anda percayai adalah dogma, demikian juga yang dipercayai oleh orang Kristen dan Yahudi. Seperti layaknya dogma, tidak penting benar salahnya yang penting adalah percaya. Jadi silahkan anda percaya terus dengan kisah itu.

    Saya orang Minang, asli. Punya niniak (sudah meninggal), rumah gadang, mamak, tanah ulayat dan percaya kepada pandangan hidup orang Minang. Tapi apa yang saya percaya tidak sama dengan apa yang anda percaya. Tidak ada yang aneh. Orang Minang tidak semua percaya Islam, hal itu tampaknya harus anda dan orang-orang Minang lainnya mulai sadari dan hormati… salam,

  5. 5 edwar
    Januari 20, 2009 pukul 10:17 pm

    saya setuju dengan kalimat
    “Arab Saudi mewakili versi Islam yang kejam/biadab/brutal/tidak manusiawi, absolutis, pemuja kekerasan, pembenci perempuan dan pembenci hubungan kasih antara laki-laki dan perempuan”

    Dari dulu ga pernah salut ama orang-orang arab, mengaku Islam tapi saling berbeda kepentingan, dan bahkan saling menjatuhkan, mudah-mudahan Indonesia bisa segera menemukan jatidirinya, dan bisa berdiri sendiri :)

    Salam dari orang asli pariaman :lol:

  6. 6 Vara
    Januari 21, 2009 pukul 12:12 am

    @Edwar
    yah mudah2an Indonesia bisa menemukan jati dirinya dan bisa “mereformasi Islam dunia” yang sedang mendapat citra terburuknya sebagai “agama para teroris dan fundamentalis” menjadi Islam yang toleran dan cinta damai…

    salam juga Edwar :)

  7. Mei 9, 2009 pukul 2:19 am

    Tulisan-tulisanya menarik. Keep On!
    Sudah lama yah di Barat?

  8. 8 Putra Adhinegara
    Mei 26, 2009 pukul 1:48 am

    Sekarang ada buku berjudul ” Ilusi Negara Islam” dan baru dilaunching, baca aja. Kalo menurut saya, dunia akan tetap berantakan selama ada ide gila dari arab yang biadab.
    Seperti pepatah yang dikatakan orang Malaysia,” Arab kalo bicara seperti nabi atapi kelaukannya seperti Bb,” Baca lagi Alqur’an dan hadits dengan tenang dan jujur , anda akan tau sebenarnya.
    Jangan beragama dengan hanya menampilkan pakaian yang kearab-araban dan sok suci.
    Saya dukung blok ini.
    Wassalam

  9. 9 ACI
    September 22, 2009 pukul 4:45 am

    alangkah lebih baik juga sih jika disertai data dan fakta tentang berbagai perbedaan tersebut. Namun terlepas dari perbedaan tersebut, Indonesia tetap menjadi negara muslim terbesar di dunia yang Insya Allah dapat menjadi negara yang tidak dipandang sebelah mata di linkungan global.

  10. 11 Rabil Tanjuang
    Desember 20, 2010 pukul 10:57 pm

    Sebenarnya “Nabi Ibrahim”lah yang pertama kali membawa Islam..
    Seperti dalam Al-Quran Surah Al-Baqarah ayat 131, dialog antara Nabi Ibrahim dengan Tuhan..
    “Ketika Tuhannya Berfirman kepadanya, “Islamlah!” Ibrahim menjawab, “Aku Islam (tunduk patuh) kepada Tuhan semesta alam.. kemudian Nabi Ibrahim juga disebut “seorang Muslim” dalam ayat 3:67..
    Semua praktek ibadah seperti shalat, zakat, puasa, haji, sudah ada dan diajarkan oleh Nabi Ibrahim, bisa dilihat dalam Surat Al-Hajj (22) ayat 78..
    Jadi, Islam itu sudah ada sejak zaman Nabi Ibrahim bukan Nabi Muhammad..
    Nabi Muhammad hanyalah mengantarkan Al-Quran, dia sendiri juga diperintahkan untuk mengikuti Al-Quran, dan dia juga tidak punya hak untuk menambah-nambah aturan yang telah ditetapkan Tuhan di dalam buku lengkap kita yaitu Al-Quran..
    Nabi Muhammad sendiri adalah pengikut Nabi Ibrahim, “Ikutilah agama nenek moyangmu, agama Ibrahim” begitulah penuturan Al-Quran..

    Ada lagi satu hal yang menarik yang pernah saya baca di internet bahwa tempat peribadatan Nabi Ibrahim diungkapkan di Al-Quran dengan kata “Bakkah”.. Kenapa bukannya Mekkah?? seperti yang kita ketahui saat ini?? Dan tidak ada satupun kata “Makkah” di Al-Quran??
    Ada yang mengatakan bahwa sebenarnya ada tempat yang bernama Bakkah di Jerussalem..
    Hmm Wallahu a’lam..


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


September 2008
S S R K J S M
« Agu   Okt »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Blog Stats

  • 98,805 hits

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: