06
Sep

Berlin - Potsdamer Platz di waktu malam

Dibandingkan dengan Paris yang terlihat serba megah dan wah, saya lebih suka Berlin karena terlihat lebih “manusiawi”. Di Berlin ada banyak kanal-kanal, danau-danau dan taman-taman. Semua terlihat sangat indah, asri, hijau dan tentu saja lebih nyaman.

Berikut foto-foto yang saya ambil di Potsdamer Platz, tempat wisata yang sering dikunjungi pelancong yang datang ke Berlin. Tempat ini berada di tengah kota Berlin.

03
Sep

Perbedaan Arab Saudi dengan Indonesia

  • Arab Saudi adalah negara kecil dengan jumlah penduduk sekitar 28 juta orang (sumber: penghitungan Juli 2008 oleh CIA - The World Factbook)
  • Indonesia adalah negara terbesar ke-empat di dunia (setelah China, India dan Amerika Serikat) dengan jumlah penduduk sekitar 238 juta orang (sumber: penghitungan Juli 2008 oleh CIA - The World Factbook)
  • Arab Saudi adalah negara satu budaya yaitu budaya Arab/Islam dan satu bahasa yaitu bahasa Arab
  • Indonesia adalah negara banyak budaya yaitu budaya-budaya masyarakat Indonesia asli ditambah budaya-budaya lain dari seluruh dunia (Eropa, Melanesia, Asia, Timur Tengah) dan negara banyak bahasa dengan satu bahasa negara yaitu Bahasa Indonesia
  • Arab Saudi adalah negara anti demokrasi/absolutis/totaliter
  • Indonesia adalah negara demokrasi yang pernah ditindas oleh kekuasaan diktator dan sedang dalam proses kembali ke demokrasi
  • Arab Saudi sangat kaya karena memiliki sumber minyak bumi yang berlimpah
  • Indonesia sangat kaya dengan beragam sumber daya alam termasuk minyak bumi
  • Di Arab Saudi keluarga kerajaanlah yang memiliki sumber daya alam minyak bumi ini
  • DI Indonesia kekuasaan Barat dan Jepang serta sedikit kelompok elit militerlah yang menjadi pemilik sumber daya alam di Indonesia
  • Arab Saudi akan hancur berantakan dalam segala sisi kehidupan masyarakatnya apabila sumber minyak buminya berkurang atau habis
  • Indonesia tidak akan hancur berantakan dan akan tetap berdiri tegak walaupun sumber daya alamnya habis, karena begitu banyak sisi-sisi kehidupan lainnya yang dapat diandalkan seperti dalam sisi budaya dan sumber daya manusianya. Dan karena sudah sejak lama sumber daya alam Indonesia juga tidak dinikmati oleh orang Indonesia sendiri.
  • Arab Saudi mewakili versi Islam yang kejam/biadab/brutal/tidak manusiawi, absolutis, pemuja kekerasan, pembenci perempuan dan pembenci hubungan kasih antara laki-laki dan perempuan
  • Indonesia mewakili versi Islam dengan pengaruh yang sangat kental dari suku bangsanya yang matriarchal yaitu suku bangsa Minangkabau. Islam di Indonesia adalah berdasar kepada nilai-nilai matriarchal Minangkabau yang tidak mengenal kekerasan dan bertumpu kepada nilai-nilai yang menghormati kaum perempuan dan mendorong hubungan cinta kasih antara laki-laki dan perempuan.
  • Kelompok penguasa Arab Saudi memberikan uang hasil jualan minyak bumi kepada Indonesia untuk meng-arab saudisasikan Indonesia
  • Kelompok penjilat Indonesia memanfaatkan uang dari Arab Saudi ini untuk meraih kekuasaan dengan cara meng-arab saudisasikan Indonesia
  • Ekonomi Arab Saudi murni berdasarkan penjualan minyak bumi
  • Ekonomi Indonesia berasal dari berbagai macam sumber
  • Dengan tatanan masyarakatnya yang menindas, Arab Saudi tidaklah memiliki sumber daya manusia yang baik
  • Indonesia yang memiliki beragam budaya dan terbuka, memiliki sumber daya manusia yang tidak terbatas
  • Penguasa Arab Saudi semakin menggila dengan proyek arabisaudisasinya
  • Penjilat Indonesia ikut-ikutan menggila dengan proyek arabisaudisasi dengan dana Arab Saudi

Dengan posisinya yang penting di dunia sebagai negara terbesar ke-4 di dunia dan posisi strategisnya diantara dua samudra, di antara negara terbesar Cina, negara terbesar kedua India dan benua Australia serta perannya sebagai negara dengan pemeluk Islam terbesar di dunia yang mewakili versi Islam yang manusiawi, seharusnya Indonesialah yang menentukan arah versi Islam dunia, bukannya membiarkan diri didikte oleh kekuasaan minyak Arab Saudi.

Indonesia seharusnya tidak membiarkan diri dikuasai oleh sekelompok penjilat-penjilat uang minyak dan kekuasaan negara kecil Arab Saudi yang tidak memiliki arti apa-apa dalam segala sisi kehidupan manusia selain nilai minyak buminya yang juga tidak tak terbatas.

Dengan budayanya yang beragam seharusnya Indonesialah yang mempengaruhi Arab Saudi yang hanya memiliki satu ragam budaya dan bukannya menjadikan ragam budaya Indonesia ini digantikan dengan  budaya Arab Saudi (kalau itupun masih layak disebut budaya). Tambahan lagi budaya Arab Saudi ini tidak manusiawi dan biadab

09
Agt

Eropa dan Amerika Serikat di antara Patriarchat dan Matriarchat

Saya mendapat pertanyaan dari seorang pembaca blog ini. Berikut ini adalah pertanyaannya:

Vara, saya tertarik dengan essai anda mengenai Matriarki ini, menurut anda Eropa dan US itu patriarki atau matriarki? Saya tinggal di Eropa dan menurut saya Eropa itu matriarki lho karena posisi wanita jauh lebih kuat disini. Bagaimana menurut anda ?

Sebelum saya ke pokok persoalan, saya akan bahas sedikit tentang istilah matriarchat. Matriarchat adalah istilah yang diberikan untuk memberi nama system masyarakat yang ada sebelum berkembangnya budaya perang dan penindasan yang dikenal sebagai patriarchat. Nama lain yang diberikan untuk tatanan masyarakat ini diantaranya adalah adalah masyarakat egaliter dan masyarakat tanpa tingkatan (kasta/kelas/hirarki) yang bertumpu pada pandangan hidup mengenai kasih Ibu dan kasih alam.

Sekarang ini tidak ada masyarakat di dunia yang bisa dikatakan “Matriarchal sepenuhnya” atau “patriarchal sepenuhnya”. Lewat penyerangan-penyerangan, pembantaian-pembantaian dan penghancuran yang dilakukan oleh masyarakat patriarchat terhadap masyarakat matriarchat serta pemaksaan pandangan hidup (agama-agama dan kepercayaan-kepercayaan) dari bangsa-bangsa patriarchat ini misalnya Katolik/Kristen/Islam/Hindu/Budha, semua masyarakat yang ada sekarang memiliki pandangan hidup yang merupakan campuran daripada nilai-nilai masyarakt matriarchat dan patriarchat. Kita katakan masyarakat matriarchat kalau lebih banyak pandangan hidup mereka yang belum banyak berubah karena serangan dari masyarakat patriarchat. Masyarakat-masyarakat Indian Amerika, Mosuo di Yunnan, Cina Selatan dan masyarakat Minangkabau, Indonesia, termasuk masyarakat-masyarakat yang masih mempertahankan nilai-nilai dan pandangan-pandangan hidup masyarakat matriarchat. Masyarakat Mosuo bisa dikatakan masih mencerminkan masyarakat matriarchat yang sepenuhnya, karena sedikit sekali aspek-aspek kehidupan patriarchal yang ada dalam masyarakat Mosuo ini.

Masyarakat Eropa dan Amerika Serikat dalam kaitan ini adalah sangat patriarchat. Berikut kita lihat mengapa.

Suatu masyarakat bisa dikatakan matriarchat atau tidak, tidak bisa dilihat dari apakah posisi perempuan “jauh lebih kuat”. Pada masyarakat matriarchat posisi laki-laki, perempuan dan anak-anak adalah “kuat”. Kesejahteraan anak sebagai calon individu, yang di masa depan akan menjadi orang dewasa dianggap sebagai paling penting. Dalam masyarakat Patriarchat, posisi laki-laki, perempuan dan anak-anak “lemah” dan tertindas. Mungkin dipermukaan tidak terlihat. Karena kekerasan tidak hanya berbentuk fisik saja melainkan juga mental dan emosional. Kekerasan terhadap laki-laki, perempuan dan anak-anak bentuknya bisa berbeda-beda.

Di negara-negara barat posisi perempuan sangatlah rendah. Sejak dari zaman Romawi (dan juga sebelumnya), abad pertengahan, zaman Napoleon, “zaman revolusi industri”, zaman Hitler, sampai sekarang. Karena itu tidaklah mengherankan kalau gerakan “pemberdayaan perempuan” atau “feminisme” muncul dan berkembang di masyarakat barat. Keadaan perempuan barat baru berubah agak baik menjelang tahun 1970-an. Bukan karena perempuan pada dasarnya dihormati, tapi karena hal-hal berikut ini:

1. Gerakan-gerakan sosial politik daripada para cerdik pandai barat yang menuntut perbaikan kondisi perempuan yang umumnya diilhami oleh masyarakat-masyarakat matriarchat dunia dengan siapa, masyarakat barat di Amerika Serikat dan para cerdik pandai barat Eropa, mengalami persentuhan budaya. Contohnya adalah gerakan suffragist dan women’s lib di Amerika Serikat yang diilhami oleh masyarakat Indian Amerika yang matriarchal di mana posisi perempuan sama dihormati dengan laki-laki dan dimana perempuan memainkan peranan penting di dalam kehidupan masyarakat. Tapi karena pada dasarnya patriarchal (berbudaya merampok), mereka ambil semua yang baik dari orang Indian (tanah, nilai-nilai pandangan hidup dll), tapi orang Indian dibantai terus-terusan dan dipinggirkan. Sampai sekarang. Seluruh dunia tahunya bahwa Amerika Serikat adalah “awal dari kebangkitan gerakan perempuan”. Seakan-akan barat adalah pelopor kebangkitan perempuan. Padahal kenyataannya barat (AS dan Eropa) adalah penyebab kemunduran peran dan posisi perempuan di seluruh benua jajahannya. Jadi dapat dikatakan bahwa keterpedayaan perempuan barat dicapai diatas ketertindasan perempuan-perempuan “non-barat”.

2. Posisi perempuan menjadi baik seiring dengan semakin kayanya masyarakat barat dari hasil-hasil merampok (kolonialisme dan neokolonialisme). Perempuan barat bisa bekerja dan diijinkan keluar rumah karena industri (yang merupakan lanjutan dari hasil perampokan zaman kolonialisme dan neokolonialisme) membuat dibutuhkannya tenaga-tenaga kerja baru. Karena itu perempuan dibutuhkan, bukan karena pandangan mereka terhadap perempuan dan fungsi reproduksinya membaik. Tapi karena kebutuhan akan tenaga kerja.

3. Syndrom negara kaya. Dimanapun kalau kaya dan cukup sandang, makan dan papan, maka sepertinya posisi perempuan baik. Padahal tidak. Konsepnya tetap sama. Cuma dialihkan ke negara-negara “miskin”, “non-barat”, “negara-negara sapi perah”. Perang tidak lagi dilakukan “di rumah”, tapi di luar. Di Afrika, di Timur Tengah. Sekarang tidak melulu secara langsung dengan bantuan tentara dari negara sendiri, tapi dari negara-negara lain (lewat resolusi PBB misalnya) dan tentara-tentara bayaran (misalnya Gurkha, tentara Islam) dll. Orang-orang barat secara mental tetap tertindas oleh para raja-rajanya, penguasa-penguasanya, dan para pengusaha-pengusahanya. Mereka diberi sedikit “cipratan” dari hasil perampokan di luar negri, dan tidak perlu lagi harus menghadapi dan menghadirkan perang di negara sendiri. Tapi roh daripada patriarchat tetap ada, semakin menguat. Dan tetap paling kuat di dunia.

Kalau kaya (dan mau belajar dan mau mengkaji mengenai permasalahan-permasalahan dalam masyarakat), maka bisa berpikir lebih jernih, bisa tau kalau diri ditindas, dll.

4. Penindasan di luar negri cukup memakai agen dari tiap-tiap negara itu sendiri yang berbentuk diktator-diktator dan junta-junta yang cukup dipasok dukungan media, senjata, dll

5. Banyak perempuan-perempuan dan laki-laki barat menyadari bahwa mereka adalah bagian daripada penjajahan para elit laki-laki (dan sedikit perempuan) barat dalam menjajah seluruh dunia, sebagai hasil daripada pendidikan yang “baik” karena kaya. Dan mereka berjuang melawannya, demikian pula perempuan-perempuan dan laki-laki dari berbagai macam budaya/negara/suku bangsa di seluruh dunia.

Masyarakat barat adalah masyarakat yang sangat patriarchat. Sampai sekarang mereka masih memiliki hampir semua ciri-ciri masyarakat patriarchal seperti yang tertulis didalam “ciri-ciri masyarakat patriarchal”. Banyak diantara ciri-ciri ini justru bersifat ekstrim.

Masyarakat Barat juga tidak bisa dipandang sebagai satu kesatuan. Kalau kita ambil Roma sebagai awal budaya patriarchat barat (walaupun sebenarnya sudah dimulai jauh hari sebelumnya), maka bisa kita lihat bahwa negara-negara barat yang paling dekat dengan Roma (Italia) adalah paling patriarchal, sedangkan yang letaknya relatif sangat jauh, misalnya negara-negara Skandinavia seperti Norwegia, Swedia, dan Denmark, relatif tidak. Oleh karenanya, seperti pernyataan di atas, posisi perempuan adalah lebih baik.

Kalau dilihat di permukaan, sepertinya memang masyarakt barat matriarchat, tapi kalau kita telah, tidak. Karena mereka memberlakukan demokrasi semu di negara sendiri dan mengekspor praktek-praktek patriarchal yang biadab itu ke luar negri. Banyak cerdik pandai barat dan orang-orang barat yang sudah sadar akan tema matriarchat ini dan mencita-citakan untuk kembali ke khitah: yaitu kembali ke matriarchat, karena mereka tahu bahwa nenek moyang mereka dulu adalah juga masyarakat Matriarchat.

Sementara di pusat-pusat matriarchat dunia, diktator-diktator dan junta-junta dan kelompok-kelompok patriarchal ekstrim dipelihara dan disokong oleh kekuasaan-kekuasan barat dan dihisap sumber dayanya. Hal ini menjadikan pusat-pusat budaya matriarchat ini menjadi miskin dan patriarchal.

05
Agt

Persamaan orang Islam fundamentalis dengan orang rasis barat

Kalau saya perhatikan berita-berita dunia tentang negara-negara yang mewakili Islam fundamentalis, kristen fundamentalis dan fundamentalis barat, terutama tentang orang Islam fundamentalis dengan orang Jerman rasis dan orang Amerika Serikat yang rasis, saya sering tercengang-cengang melihat begitu banyak kemiripannya. Berikut ini kemiripan-kemiripan yang saya pantau sampai sekarang. Kalau pembaca ada menemukan lain-lain kemiripan, bisa ditambahkan lewat komentar.

  • sama-sama pembenci orang Yahudi
  • sama-sama banyak dapat uang dari jualan minyak bumi
  • sama-sama berbudaya patriarchat
  • sama-sama absolutis dan otoriter
  • sama-sama punya pemimpin absolutis/otoriter/kejam/biadab (Raja-raja Arab Saudi, Hitler, Bush)
  • sama-sama pembenci perempuan
  • sama-sama rasis terhadap orang kulit hitam
  • sama-sama seksis terhadap perempuan
  • sama-sama doyan memainkan agama
  • sama-sama doyan kekuasaan
  • sama-sama (sempat) berkuasa di dunia
  • sama-sama (sempat) sangat kaya
  • sama-sama tidak menyukai pemimpin perempuan
  • sama-sama bersahabat erat satu sama lain (AS dan Arab Saudi, AS dan Iran, Jerman dan Iran, dst)
  • sama-sama dibantu oleh kelompok agama dalam mempertahankan kekuasaannya (Hitler oleh kaum penguasa Katolik/Protestan, Bush oleh kaum penguasa Kristen Evangelis/Protestan, raja-raja Arab Saudi oleh kaum penguasa Islam)
  • sama-sama suka membakar buku dan melarang buku (kelompok Islam fundamentalis di Arab Saudi, Iran dan Afghanistan, kelompok para rasis Jerman di zaman Hitler, kelompok para rasis di Amerika Serikat)
05
Agt

blog saya dapat award

Blog saya baru saja diberi penghargaan/award untuk weblog 2008 pilihan bebas dari Catra, anak muda Minang mahasiswa ITB jurusan Tehnik Mesin yang juga gemar berfilsafat.

Senang sekali rasanya dapat award ini. Jadi lebih semangat menulis. Kata pemberi award saya harus juga me-nominasi-kan 7 blog lainnya sebagai penerima award berantai ini. Saya akan berikan award berantai ini di posting berikutnya.

Selamat nge-blog!

03
Agt

Paris - Kota dan Kawan-kawan

Berikut foto-foto selama saya bersama kawan-kawan saya Günter, Julien dan Cassandra di Paris. Kita hanya tinggal tiga hari di Paris. Sempat berpiknik di pinggir sungai Seine, pergi ke musem di Paris yaitu Musée National d´Art Moderne - Centre Pompidou dan juga berkunjung ke taman-taman dan kafe-kafe serta melihat-lihat gedung-gdung asrama mahasiwa internasional di Paris, CIUP atau Cité internationale universitaire de Paris. Asrama mahasiswa ini menjadi unik karena tiap-tiap negara yang ikut berpartisipasi bisa membangun gedung untuk asrama mahasisya, karena itulah nama bangunannya menjadi “Maison de Norvège” (rumah asrama Norwegia) dll, berdasarkan nama negaranya.

03
Agt

Bretagne/Britania - Alam dan Kawan-kawan

Foto-foto berikut ini adalah mengenai alam di Britania dan tamu-tamu yang datang ke perayaan dan ikut berkemah di Britania.

Di perayaan ulang tahun ini, pestanya terdiri dari banyak kegiatan selain berkemah dan makan-makan, diantaranya musik (musik khas Britania), tari kelompok (khas Britania) dan lainnya. Masyarakat Britania termasuk ke dalam kelompok masyarakat Celtic, yang menjadi kristen karena dijajah oleh penguasa-penguasa dari daerah Perancis lainnya (Paris dan sekitarnya). Setiap orang Britania merasa dirinya orang Britania sebelum menjadi orang Perancis.

03
Agt

Bretagne/Britania - Anak-anak

 

Saya suka dan peduli sekali dengan anak-anak. Mereka juga tampaknya menyukai saya. Ketika saya berlibur dan berkemah di Bretagne, ada beberapa keluarga yang datang dengan membawa anak-anak, dan ada beberapa perempuan yang sedang hamil.

Ada dua anak dari keluarga Swedia yang datang. Nama mereka adalah Amy (3 tahun) dan Linn (2 tahun). Kedunya menyukai saya, terutama Amy. Saya luangkan waktu untuk bermain dan berjalan-jalan dengan mereka dan tentunya mengambil foto-foto mereka. Ketika melihat mereka, saya teringat anak-anak lainnya di Indonesia dan daerah-daerah lainnya di dunia, yang tidak bisa merasakan hidup yang bahagia bersama dengan orang tua mereka :(

Foto-foto berikut ini terutama adalah foto-foto Amy dan Linn. Ada foto dari anak seorang tamu dari Berlin juga, yaitu foto anak perempuan dengan banyak balon. Saya sedih sekali ketika berpamitan degan Amy, karena dia menolak untuk saya cium, karena tidak mau berpisah dengan saya. Halaman ini untuk kamu Amy :)

03
Agt

Bretagne/Britania - Bunga

Saya sudah agak lama tidak menulis untuk blog saya karena kesibukan, sakit dan mengurus pindah rumah. Karena badan yang terasa capai dan sakit-sakit, saya memutuskan untuk berlibur ke daerah Bretagne atau Britania di Perancis. Saya dulu pernah tinggal di dua kota di Bretagne yaitu kota Quimper dan Brest. Setelahnya saya sempatkan mengunjungi seorang kawan di Paris dan berjalan-jalan di sana.

Kali ini saya pergi ke tempat lain di Bretagane yang bernama St. Congard di dekat kota Redon. Saya pergi berlibur ke sana karena juga mendapat undangan perayaan ulang taun seorang kawan yang tinggal di Bretagne dan juga karena salah satu hobi saya adalah berjalan-jalan dan berpariwisata, sembari menyembuhkan badan dari kelelahan tubuh dan pikiran :) Ada tamu dari banyak negara di Eropa, diantaranya Jerman, pulau Corsica (termasuk Perancis), Italia, Belanda dan Swedia. Kita berkemah di kebun belakang yang luas.

Setiapa kali saya berwisata, saya sempatkan untuk wisata gastronomi, alam, dan juga mengambil foto-foto terutama mengenai alam, bangunan-bangunan, benda-benda bersejarah dan anak-anak. Beberapa posting berikut mengenai Bretagne/Britania dan sedikit tentang Paris. Postingan-postingan tentang Britania dan Paris ini sebagai tanda penyesalan saya karena tidak segera menjawab beberapa komentar dan tanggapan dari pembaca-pembaca blog ini. Semoga bisa menenangkana hati apabila anda melihat foto-foto tentang Britania dan Paris berikut ini.

24
Jun

Ciri-ciri Masyarakat Patriarchal

Masyarakat Patriarchat mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:

  • Pembagian masyarakat dalam tingkatan-tingkatan atau kelas-kelas atau kasta-kasta yang bersifat menindas dari kasta yang atas ke kasta yang di bawahnya. Masyarakat Hindu adalah masyarakat yang menerapkan konsep ini secara ekstrim, dan memberi nama kepada setiap kelas-kelas/kasta-kasta tersebut dari kasta Brahmana yang setingkat Dewa/Tuhan sampai kepada kasta Pariah yang dinistakan dan tidak ada hak apa-apa.
  • Keluarga adalah keluarga “kecil” yang “dikepalai” oleh seorang Bapak yang dianggap sebagai “pemilik” keluarga dan berhak melakukan hal-hal apapun juga terhadap hak “miliknya” yaitu istri dan anak-anaknya. Di dalam konsep Hindu bahkan Bapak dianggap sebagai Tuhan/Dewa dari istri dan anak-anaknya. Apa yang dikatakan oleh Bapak adalah hukum bagi istri dan anak-anak.
  • Kata Ibu hanya terbatas pada Ibu yang melahirkan kita saja. Anak adalah milik Bapak dan Ibu adalah yang harus mengurus “anak si Bapak”.
  • Anak adalah cuma terbatas pada yang dilahirkan oleh seorang perempuan. Anak dari saudara perempuan Ibu/Bapak dikenal dengan sebutan sepupu.
  • Perkawinan biasanya dalam bentuk, perkawinan tetap, dimana pihak perempuan tinggal di rumah keluarga suaminya atau di rumah suaminya di mana dalam bentuk ekstrimnya perempuan sebagai istri tidak mempunyai hak apa-apa di rumah ini dan seringkali harus menerima perlakuan buruk dan siksaan dari keluarga suaminya atau dari suaminya.
  • Anak yang dilahirkan digolongkan ke dalam klan Bapak atau dianggap sebagai hanya “anak dari si Bapak” dan akan dinamakan berdasarkan nama Klan Bapaknya atau nama keluarga Bapaknya.
  • Budaya yang tidak egaliter (hirarkis) dan tidak demokratis. Bentuk ekstrimnya adalah kediktatoran dan budaya otoriter.
  • Pengambilan keputusan adalah tidak demokratis/demokratis semu/demokratis tapi untuk segolongan orang saja (kelompok elitis) dan tidak melibatkan semua pihak. Biasanya hanya melibatkan dan berlaku hanya untuk kelompok laki-laki elitis dan mengenyampingkan kelompok-kelompok laki-laki lainnya, kelompok perempuan, kaum muda. Semua tidak dapat menyuarakan pendapatnya
  • Masyarakat yang akrab dengan golongan-golongan (hirarki) dan mempunyai kelas/kasta/kelompok penguasa yang dikenal sebagai raja/ratu (tapi jarang sekali), kaisar, sultan, pangeran dll. Kelompok penguasa inilah yang merupakan kelompok pemilik dari semua harta/kekuasaan/hukum/ yang ada di masyarakat, dan seringkali merupakan perlambang daripada kekuasaan Tuhan di dunia seperti di Arab Saudi dan kerajaan-kerajaan Eropa di Abad Pertengahan. Budaya jilat-menjilat pantat penguasa dan budaya “menginjak ke bawah” menjadi keharusan yang harus diikuti untuk bisa hidup dalam tingkatan-tingkatan (hirarki)/kelas-kelas/kasta-kasta yang sangat kejam ini.
  • Masyarakat yang menyukai peperangan dan kekerasan. Mempunyai kelas/kasta/kelompok tukang perang/ksatria dan mengenal budaya pembentukan tentara/ksatria/tukang perang sebagai bagian dari kekuasaan dan pembentukan kekuasaan. Budaya kekerasan dan perang dianggap “biasa” dan lumrah serta “kodrat manusia”. Budaya-budaya kekerasan seperti pembunuhan, perang, perampokan, pemerkosaan berkembang dan sangat membudaya. Kata-kata seperti “membunuh”, “memperkosa”, dan lain-lain kata-kata yang merupakan perlambang daripada kekerasan dan penindasan berasal daripada masyarakat ini. Dan lagi-lagi konsep-konsep ini dianggap sebagai “biasa”/”lumrah”/”sudah kodrat manusia”.
  • Memuja seorang/beberapa Dewa atau seorang Tuhan yang dipuja sebagai Bapak Dewa/Tuhan di surga yang biasanya merupakan Dewa perang dan bersifat menghukum atau mengesahkan perilaku kekerasan kepada “yang tidak memujanya”.
  • Mempunyai pandangan mengenai “kepemilikan pribadi”/oran perorang, yang bersifat pemumpukan harta dan diturunkan dari Bapak ke anak laki-lakinya.
  • Mempunyai konsep kepala-kepala dan lain-lain kedudukan yang bertumpu pada kekuasaan yang pada bentuk ekstrimnya berupa kekuasaan absolutis yang sama sekali tidak demokratis dan tidak egaliter. Hitler, Suharto dan Raja Arab Saudi adalah contoh-contoh daripada kekuasaan absolut ini.
  • Mempunyai kelompok penguasa agama yang mengatur segala perizinan tentang urusan-urusan dalam masyarakat yang biasanya mengaku-ngaku serbagai perwakilan penguasa langit (Tuhan) yang merasa berhak menghukum dan mengadili masyarakat. Kelompok agama ini biasanya tidak mau bekerja, biasanya mengemis dan hanya menjual kata-kata yang mereka klaim sebagai “berasal dari Tuhan” atau kata-kata yang berharga karena “mereka adalah perwakilan Tuhan”, sang penguasa langit.
  • Sangat membenci hubungan kasih sayang antara laki-laki dan perempuan. Memuja budaya “asketisme” (mengharamkan hubungan laki-laki dan perempuan/anti hubungan antara laki-laki dan perempuan/anti hubungan lawan jenis), akan tetapi besifat mendua akan hubungan seksual sesama jenis (homoseksual) terutama antara laki-laki dengan laki-laki. Perkawinan adalah merupakan urusan kelompok agama dan harus mendapatkan “izin” dari kelas “penguasa agama” dan keluarga seringkali tidak berwenang menentukan hal ini. Hubungan badan antara laki-laki dengan perempuan dianggap suatu yang hina atau “mesum” atau sebagai salah satu ungkapan daripada “perbuatan setan”. Akan tetapi hubungan badan antara laki-laki tidak mendapatkan tantangan dan sama sekali tidak dibahas atau bahkan diberlakukan sikap mendua untuk hal tersebut seperti banyak yang terjadi di kalangan kelompok penguasa-penguasa agama dan kelompok-kelompok tukang perang/ksatria. Karena itulah masyarakat patriarchal akrab dengan perilaku seksual yang aneh-aneh, tidak alamiah ataupun brutal/biadab seperti seperti “pelacuran” (baik laki-laki, perempuan maupun anak-anak), istri/suami simpanan (konkubin), homoseksualitas, pederasty/paedophile (seks dengan anak kecil), harem/poligami dan pemerkosaan (terhadap laki-laki/perempuan dan anak-anak).
  • Anak adalah mahluk yang tidak dihargai dan dihormati keberadaannya. Mereka dijadikan budak/sebagai obyek seksual perkosaan dan paedophile/pederasty. Kalau tidak mempunyai “Bapak”, tidak diakui keberadaannya dan dianggap sebagai “anak haram” dan dinistakan. Dibunuh pada saat dilahirkan atau di dalam kandungan karena mereka adalah anak perempuan atau karena Ibu yang mengandung mereka dinistaka oleh masyarakat karena “tidak ada suami”. Masyarakat Patriarchal akrab dengan konsep-konsep yang menistakan anak-anak seperti anak haram, anak tidak ber-Bapak. Anak sangat tidak dihormati kelahiran dan keberadaannya, dihormati hanya karena “siapa Bapaknya”. Ketika “siapa Bapaknya” tidak jelas maka ternistalah mereka. Masyarakat patriarchal akrab dengan budaya pembunuhan anak-anak, karena kekejian masyarakat terhadap perempuan hamil yang menyebabkan sang Ibu menggugurkan bayi dengan paksa atau karena konsep anak perempaun yang tidak ada harganya jika dibandingkan dengan anak laki-laki.
  • Akrab dengan konsep anak berdasakan kelaminnya. Karena itulah anak laki-laki maupun perempuan adalah tidak sama dihormati dan tidak sama dihargai. Akrab dengan budaya pembunuhan anak perempuan karena kelamin anak laki-laki lebih dihargai daripada kelamin anak perempuan. Anak adalah “siapa Bapaknya” dan tidak dihargai sebagai bakal individu.
  • Perempuan dalam bentuk ekstrimya adalh “siapa suaminya” (siapa yang memilikinya). Dalam budaya Hindu India yang sangat membenci perempuan, kalau suami dari seorang perempuan meninggal dunia, maka si perempuan (sebagai hak milik suami) harus ikut mati juga. Sang janda ini berdasarkan filsafat Hindu, dibunuh setelah suaminya mati. Ketika budaya ini dicoba dihapuskan oleh penjajah Inggris, pembunuhan perempuan janda ini mulai hilang. Akan tetapi sampai sekarang tetap saja janda-janda Hindu di India harus menerima nasib dinistakan karena status “janda”nya.